Jakarta, Indonesia | Friday, 25-05-2018

NEWS UPDATE

MTS Komit Sejahterakan Petani Garam Lokal

RWS | Selasa,15 Mei 2018 - 17:06:00 WIB

Public Relation PT Mitra Tunggal Swakarsa Ardi Setya Budi/ foto ist

Pamekasan, CityPost – PT.Mitra Tunggal Swakarsa (MTS) saat ini menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk turut mensejahterakan keberadaan para petani garam di Pamekasan dengan menyerap garam mereka dan aktif peduli pada lingkungan sekitar.

Hal itu disampaikan oleh Public Relation Mitra Tungga Swakarsa Ardi Setya Budi yang mengaku pihaknya telah menyerap garam petani lokal dengan harga yang cukup tinggi dan juga peduli melakukan program CSR bagi masyarakat setempat.

“Harga yang kita kasih adalah harga yang tertinggi. Saat itu artinya kita tidak beli garam petani dengan harga murah,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon pribadinya pada Selasa (15/5) pagi ini.

Menurut Ardi upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk dalam menciptakan stabilitas demi meningkatkan kesejahteraan para petani garam, bahkan MTS sendiri saat ini telah menjadi alternatif bagi para petani dalam menjual hasil garam mereka.

“kimtmen kami PT Mitra Tunggal Swakarsa adalah mensejahterakan dan mengembangkan petani kita dan telah membina hubungan yang baik bersama petani dalam menjaga komitmen bersama dengan memberikan dana CSR untuk bantuan musholah dan masjid yang ada disekitar,” tukasnya.

Sebelumnya diketahui, terkait polemik impor garam yang saat ini mencuat di wilayah Pamekasan, dikabarkan pihak DPRD Pamekasan telah memanggil para pihak dan menggelar Rapat Dengar Pendapat untuk mencari solusi penyelesaiannya.

Dari hasil RDP tersebut kabarnya, pihak DPRD tengah meminta kepada pemerintah kabupaten Pamekasan untuk memperketat pengawasan terhadap para importir garam yang ada diwilayah mereka. Selain itu, disebutkan bahwa para petani garam Kabupaten Pamekasan tidak keberatan dengan adanya impor garam yang dilakukan oleh perusahaan garam, baik PT Mitra Tunggal Swakarsa (MTS) maupun perusahaan garam lainnya yang ada di Kabupaten Pamekasan asalkan mereka bisa menyerap garam rakyat dengan harga maksimal dan garam yang mereka impor dipergunakan untuk industri bukan konsumsi. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar