Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

MUI Sesalkan Ibadah Sesi Kedua Jemaat KKR Dihentikan

Redaksi CityPost | Rabu,07 Des 2016 - 23:57:57 WIB

Panitia Acara Kebaktian KKR berdiskusi dengan ormas. foto ist

Jakarta, CityPost - Acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR-red) yang digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga-red) Bandung dihentikan saat sesi kedua pasca sejumlah orang memprotes acara tersebut. Rabu (7/12/16). Koordinator masa yang menyambangi acara Jemaat KKR, Ketua Pembela Ahlus Sunnah (PAS-red) Muhammad Roin mengatakan sebelumnya acara sesi pertama belangsung pada pukul 13.00 sampai dengan 15.00 WIB namun setelah itu, mereka menyepakati pukul 18.00 WIB tidak dilanjutkan dan disarankan melaksanakan ibadah ditempat yang sesuai dengan Undang-Undang negara, katanya dihalaman Sabuga. Roin sendiri mengaku tidak melarang aktivitas keagamaan tetapi hanya minta dipindahkan ke rumah ibadah sesuai dengan Surat Peraturan Bersama (SKB-red) Tiga Menteri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006. Sementara itu, panitia acara KKR setelah melakukan diskusi akhirnya sepakat menghentikan kegiatan KKR dan seluruh peserta membubarkan diri dengan baik-baik tanpa dendam. Atas insiden ini, pihak Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsudin menyesalkan terjadinya pembubaran kegiatan kebaktian yang terjadi di Sasana Budaya Ganesha, Bandung pada Selasa (6/12) malam lalu. Din meminta Umat Islam menghargai toleransi antar umat beragama dan perlunya tenggang  rasa terhadap umat Kristiani yang sedang menjalankan ibadahnya menjelang Perayaan Natal. Sama halnya saat umat Kristiani memberikan tenggang rasa saat Umat Islam melaksanakan hari besar Idul Fitri. "Itu jelas termaktub dalam Pasal 29 UUD 1945 dan juga ajaran Islam, yang mengedepankan toleransi yang jelas dengan mempersilakan masing-masing untuk menjalankan agamanya. Lakum dinukum waliyadin, bagiku agamaku bagimu agamamu tanpa saling mengganggu," kata Din, saat dihubungi, Rabu (7/12/2016). (red/ist)    


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar