Jakarta, Indonesia | Sunday, 19-08-2018

NEWS UPDATE

New York Diserang Teror Bom Pipa, Tiga Orang Terluka

RWS | Selasa,12 Des 2017 - 06:51:21 WIB

Ullah adalah satu-satunya orang yang terluka parah dalam ledakan tersebut. Dia dibawa ke Rumah Sakit Bellevue untuk dirawat karena luka bakar dan laserasi di perut dan tangannya/foto ist dailymail.

CityPost – Sebuah bom pipa yang diikatkan ditubuh seorang lelaki tengah meledak di lorong kereta bawah tanah di New York. Pelaku ditengarai memilih target pagi hari saat orang-orang sedang ramai. Kendati demikian, ledakan ditengarai telah melukai pelaku dan tiga orang lain yang berada didekatnya.

Peristiwa pengeboman tersebut kontak mengejutkan warga Amerika Serikat dan dunia. Kendati motif pelaku belum diketahui, namun banyak pihak yang lantas mengaitkan kejadian dengan keputusan pengakuan Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan Yerusalem menjadi ibukota Israel.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengatakan aksi pemboman tersebut merupakan percobaan serangan teroris. Pihaknya telah mengidentifikasi pelaku seorang pria berusia 27 tahun yang bernama Akayed Ullah.

Diceritakan, peristiwa ledakan itu sendiri terjadi pada puncak jam sibuk dimana orang ramai berada di stasiun kereta bawah tanah di terminal bus New York Authority, persisnya tidak jauh dari Times Square yang sangat terkenal di kota itu. Ledakan lantas memicu kepanikan warga yang sedang ramai menunggu kereta dan menggangu perjalanan kereta tersebut.

Saat ini pelaku yang badannya penuh dengan luka bakar sudah ditahan dan dievakuasi kerumah sakit.

Sementara itu, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan dihadapan awak media bahwa kotanya saat ini menjadi target bagi orang-orang yang anri kebebasan dan demokrasi.

“Ini adalah New York, kenyataannya adalah kita menjadi target banyak orang yang ingin membuat pernyataan menentang demokrasi, melawan kebebasan,” ujar Andrew.

Hingga kini diketahui, New York telah mengalami aksi terorisme sebanyak tiga kali. Pertama pada serangan 11 September yang menghancurkan dan menewaskan ratusan orang, kedua serangan truk pada 31 Oktober yang menewaskan delapan orang pesepeda dan saat ini percobaan serangan teroris dengan bom pipa.

Menurut keterangan Komisioner Polisi New York James O’Neil pelaku memasang bahan peledak yang menyerupai bom minyak mentah ditubunya. Walhasil saat bom itu meledak, pelaku mengalami luka bakar ditangan dan perut serta luka-luka lainnya.

Dari tayangan foto dan gambar-gambar yang viral dimedia sosial, pelaku tampak tersungkur ditanah dengan tangan terborgol dibelakang punggunyanya.

Senada dengan O’Neil, mantan kepala polisi New York Bill Bratton mengatakan dia diberitahu pelaku adalah seorang pria berasal dari Bangladesh.

Atas aksi tersebut, saat ini pihak kepolisian mengevakuasi stasiun otoritas pelabuhan dan menutup jalan didaerah tersebut yang dipenuhi dengan mobil polisi da ambulance. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar