Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Orang Gila Mengamuk Saat Didata Petugas Disdukcapil

Hen | Senin,07 Jan 2019 - 16:33:30 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Banjarmasin, CityPost - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarmasin Khairul Saleh mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi para petugasnya dalam merekam data pribadi para warga pengidap gangguan jiwa, mulai dari diamuk hingga ditampar.

"Banyak yang ngamuk saat kita rekam sidik jarinya, bahkan ada yang kena tampar, maklumlah, kan mereka sakit jiwa, tidak mengapa," katanya di Banjarmasin, Senin (7/1).

Saat ini, pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) tidak hanya bagi warga yang normal, namun juga diberikan kepada mereka yang sedang mengalami sakit jiwa memiliki hak.

"Setiap warga Indonesia wajib memiliki kartu identitas, yakni, KTP-el, jadi kita layani mereka ini juga," ujarnya sebagaimana dilaporkan Antara.

Khairul mengatakan, pelayanan bagi warga yang mengalami sakit jiwa ini dilakukan secara jemput bola.

"Kita datangi rumah mereka, ya, terpaksa ada sedikit paksaan melakukannya, kan harus ada foto dan rekam sidik jari, kadang-kadang petugas kita ikut kena tampar saat melaksanakan itu, karena harus berhasil," jelasnya.

Surat identitas itu sangat penting bagi para pengidap gangguan jiwa untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. Khairul menuturkan, sejauh ini, sudah puluhan orang gila dapat mereka rekam data pribadinya untuk pembuatan KTP-el tersebut layaknya warga normal.

"Masuk RS jiwa kan tidak bisa atas nama perwakilannya, misalnya nama ayahnya, harus nama bersangkutan, makanya kita buatkan, bagaimana pun caranya. Pokoknya asal ada permintaan, kita datangi," katanya.

Khairul menambahkan, hal ini dilakukan hal ini, kata Khairul Saleh, demi pelayanan yang maksimal agar semua memiliki KTP-el.

"Sejauh ini sudah 90 persen lebih warga Banjarmasin terekam untuk pembuatan KTP-el, dari sekitar 600 ribu jiwa," ujarnya.

Diakui Khairul, kendala yang dialami saat ini hanya masalah pencetakan KTP-el, karena blanko yang minim.

"Jadi mohon dimaklumi kalau tidak cepat selesai, hanya dapat KTP-el sementara, sebab blanko yang minim, hanya diprioritaskan dulu yang sangat penting, misalnya untuk buat paspor atau lulus CPNS, karena wajib memiliki segera," tutupnya. (HEN/ist)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar