Jakarta, Indonesia | Saturday, 20-10-2018

NEWS UPDATE

Ormas FBR Blokade Lottemart Rawapanjang Bekasi

Redaksi CityPost | Kamis,18 Mei 2017 - 11:11:11 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Bekasi, CityPost - Pusat perbelanjaan Lottemart di Jalan Cut Meutia, Rawapanjang, Kecamatan Bekasi Selatan, diblokade oleh ratusan anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) Forum Betawi Rempug  (FBR) dengan memasang tumpukan ban mobil di depan gerbang masuk pusat perbelanjaan itu, Kamis (18/5/17) pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, massa berkerumun di depan gerbang masuk Lottemart sambil membentangkan spanduk berukuran 3 x 5 meter yangberisi larangan melintas menuju area Lottemart. "Barang siapa memasuki/melintasi lahan menuju Lottemart, memanfaatkan, menguasai dan menggunakan lahan ini tanpa izin dari H Usman Kasim c/q kuasa hukum, maka mulai tanggal 17 Mei 2017 akan dituntut secara pidana sesuai KUHP Pidana," tulis spanduk tersebut. Blokade tersebut melumpuhkan aktifitas di Lottemart, karyawan pun terpaksa diliburkan. "Saya mewakili ahli waris lahan berniat mengambil alih lahan Lottemart karena sesuai hukumnya, lahan ini bukan dimiliki managemen Lottemart," kata kuasa hukum ahli waris lahan, Masrul Syafii Ginting. Lukman menuturkan, hingga saat ini lahan tersebut masih dalam status quo antara sejumlah pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan setelah proses jual beli yang berlangsung sejak 1980. Namun, di lahan yang masih sengketa itu ada ada pengusaha yang membangun pusat perbelanjaan bernama Makro pada 1995 atas izin dari Dinas Bina Marga setempat pada 1979. "Seiring berjalannya waktu, Makro berganti nama menjadi Lottemart pada 2008, sementara lahan ini masih bersengketa," jelasnya. Masrul mengakui, pihaknya sengaja mengerahkan warga agar memblokade lahan tersebut untuk mengingatkan pengusaha maupun karyawan Lottemart bahwa lahan seluas 935 meter per segi itu bukan milik dari manajemen Lottemart. "Awalnya lahan ini merupakan milik pengusaha Tingkok pada 1970-an, pada era 1980 lahan itu beralih atas nama Ngadiman dan beralih lagi pada 1982 atas nama Usman Kasim selaku pemilik yang sah saat ini," ungkapnya. Lukman menambahkan, status kepemilikan lahan oleh Usman telah diperkuat oleh keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 2008. "Sebelum kami masuk 2008 sampai pemenangan PTUN, inkrah secara hukum tidak pernah ada gugatan. Persoalannya bukan girik yang sama," katanya. Saat ini manajemen Lottemart belum memberikan klarifikasi karena mereka masih melakukan audiensi dengan kepolisian dan perwakilan Usman Kasim. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar