Jakarta, Indonesia | Tuesday, 25-09-2018

NEWS UPDATE

Pabrik Kelapa Sawit Siluman Muntahkan Limbah Berbau Busuk

FH | Rabu,13 Sept 2017 - 19:19:26 WIB

Limbah hitam pekat yang dimuntahkan PMKS siluman ke Sungai Kubu di Desa Patiluban Mudik, Kecamatan Natal, Provinsi Sumatera Utara.foto:Friska/CityPost

Mandailing Natal, CityPost - Pabrik Minyak  Kelapa Sawit (PMKS) siluman di Desa Patiluban Mudik, Kecamatan Natal, Provinsi Sumatera Utara memuntahkan limbah busuk ke Sungai Kubu.

Akibatnya Sungai Kubu menjadi tercemar, sehingga Warga di Avdeling I, II dan VI  PT. Gruti Lestari Pratama dansampai ke Desa Pardamaian Baru tidak bisa memakai air sungai tersebut baik mencuci kain, mandi dan lain-lain.

PMKS itu sampai sekarang tidak dipasang plang nama, sehingga disebut PMKS siluman. Ketika warga ingin menemui pimpinan PMKS tersebut, petugas keamanan selalu menyampaikan bahwa pimpinan perusahaan atau humasnya tidak berada di tempat.

Namun, pada dinding pos keamanan tersebut ditempel pengumuman bahwa PMKS tersebut merupakan milik PT. Tri Bahtera Srikandi yang merupakan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Group Sago Nauli yang pemiliknya adalah Ignatius Sago. 

Sementara itu, di Desa Tandike yang tidak jauh dari Desa Patiluban Mudik ada juga PMKS milik PT. Tri Bahtera Srikandi, sehingga ada dua PMKS dengan nama yang sama. 

Namun, bila dilihat di sekitar PMKS Desa Patiluban Mudik tersebut, yang ada hanya Kebun Kelapa sawit bentuk plasma dengan luas sekitar 2000 hektare dengan kondisi baru ditanam, sehingga tak mungkin mampu menutupi pasokan tandan buah segar (TBS) untuk pabrik tersebut.

Terkait soal PMKS siluman tersebut, Aktifis Lembaga Independen Pemuda Tabangsel (LIP Tabangsel) Julharisman Nasution megungkapkan, sejak PMKS itu berdiri di Desa Patiluban Mudik sebelumnya juga pernah mengeluarkan limbah berbau busuk, sehingga masyarakat yang tinggal di hilir Sungai Kubu tersebut merasa berkeberatan karena Sungai Kubu sering menjadi berubah warna dan tidak jernih lagi, bahkan berbau busuk, sehingga warga di hilir Sungai Kubu tersebut tidak bisa memanfaatkan air sungai tersebut.

Bahkan, LIP Tabangsel telah mengambil sampel air limbah busuk yang dimuntahkan PMKS tersebut mulai 18 Februari 2017 dan tanggal 3 hingga 5 Agustus 2017.

"Saat ini, sampel limbah yang dimasukkan dalam botol bekas air mineral itu sedang di koordinasikan ke Pihak Instansi terkait seperti  Kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta," kata Julharisman. (Friska/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar