Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Parlemen Kritisi Theresa May Pasca Serang Suriah Tanpa izin

RWS | Selasa,17 Apr 2018 - 14:57:31 WIB

Perdana Menteri Inggris Theresa May/ foto ist.

CityPost – Serangan yang dilancarkan Inggris terhadap Suriah tengah memicu kritik tajam dari sejumlah Parlemen. Perdana Menteri Inggris, Theresa May dituding tidak meminta persetujuan parlemen terkait tindakan dan serangan yang dilakukannya.

Kritik Tajam itu dilayangkan pada Senin (16/4) kemarin oleh Parlemen Inggris. Sementara itu, Theresa May sendiri kabarnya akan membuat pernyataan kepada Parlemen terkait keputusannya untuk bergabung bersama Amerika Serikat dan Perancis dalam serangan yang dilancarkan ke Suriah.

May mengataan Rezim Suriah bertanggungjawab atas serangan senjata kimia yang dilakukan di Douma, Suriah pada Minggu lalu.

“Inggris tidak bisa menunggu lagi untuk bisa segera meringankan penderitaan kemanusiaan lebih lanjut yang disebabkan oleh serangan senjata kimia itu,” tegas May.

Sementara itu, kritik tajam juga dilayangkan oleh anggota parlemen oposisi, kendati demikian kabarnya May juga harus berjuang keras untuk membela keputusannya dihadapan anggota partainya sendiri, Partai Konservatif.

Pimpinan Partai Buruh, Jeremy Corbyn kabarnya saat ini tengah mempertanyakan Theresa May terkait dasar hukum penyerangan yang dilakukannya dan terkait keterlibatan Inggris dalam serangan tersebut ke Suriah.

“Dia seharusnya memanggil parlemen pekan lalu, atau dia bisa menunda sampai besok, ketika parlemen kembali. Saya pikir apa yang kita butuhkan dinegara ini adalah sesuatu yang lebih kuat. Seperti War Powers Act, sehingga pemerintah bisa dipastikan oleh parlemen untuk bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan  atas nama kami,” tegasnya seperti yang dilansir melalui BBC pada Minggu (15/4) lalu. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar