Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Pasca Penikaman, Suasana Paris Dikabarkan Mencekam

RWS | Selasa,15 Mei 2018 - 03:17:37 WIB

Suasana pasca tragedi penikaman di Paris/foto ist

CityPost – Pasca teror penikaman terhadap sejumlah warga yang dilakukan secara acak oleh pelaku kabarnya suasana Paris kembali menegangkan dan mencekam atas adanya serangan yang dilancarkan oleh kelompok fanatik.

Seorang pejabat Perancis menyebutkan sebelumnya seorang warga negara Perancis kelahiran Chechnya tengah melakukan serangan penikaman dengan pisau yang telah menewaskan dan melukai empat orang warga disana. Pelaku sendiri disebutkan sudah ada didalam daftar pengawasan teror. Kemampuannya melancarkan serangan yang dilakukan pada Sabtu (12/5) lalu tengah membuat tantangan tersendiri bagi Perancis dalam menghadapi militan ISIS saat ini.

Dikabarkan ada lebih dari 2.600 militan yang saat ini dicurigai dan masuk dalam daftar pengawasan petugas berwenang, sayangnya tidak semuanya bisa dipantau.

Sementara itu, seorang analis anti teror Olivier Guitta mengatakan kendati pihak keamanan sangat baik mengenali pelaku jihadis namun keterbatasan tenaga ahli akan bisa mempengaruhi luputnya pengawasan.

“Sementara badan keamanan sangat baik dalam mengenali jihadis yang berpotensi, kurangnya sumber daya manusia berarti mereka hanya dapat memantau sebagian kecil tersangka,” ujar Guitta yang notabene bertugas sebagai pengurus GlobalStrat, sebuah bisnis konsultan keamanan yang berkantor di London.

Guitta mengatakan serangan ISIS saat di Opera Paris merupakan serangan teroris yang ke 12 dan sukses dilakukan sejak 2013 silam.

“Serangan ISIS di kawasan Opera Paris adalah serangan teroris ke 12 yang sukses sejak 2013. Ini merupakan serangan kedua yang sukses tahun ini. Perancis tetap menjadi target utama para jihadis di Eropa,” terangnya.

Diketahui, serangan teror yang terkahir terjadi di Perancis pada Maret lalu. Saat itu ada seorang yang melaku militan dan membunuh seorang polisi yang saat itu polisi tersebut menukar dirinya dengan seorang sandera saat pelaku terdesak dalam pengepungan. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar