Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

PBB Desak Bangladesh Urungkan Pemulangan Rohingya ke Myanmar

RWS | Kamis,08 Nov 2018 - 20:43:51 WIB

Pengungsi Rohingya.foto.ist

Jenewa, CityPost - Penyelidik hak asasi manusia soal Myanmar dari Perserikatan Bangsa-bangsa  mendesak Bangladesh agar mengurungkan rencana untuk memulai pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya ke negara bagian Rakhine, Myanmar, pada pertengahan November ini karena pengungsi tersebut kemungkinan akan menghadapi penganiayaan.

Sebagaimana diketahui, pada Agustus 2017, sejumlah pemberontak Rohingya menyerang pasukan keamanan Myanmar pada Agustus 2017 sehingga memicu operasi penindakan keras militer. Sejak itu, lebih dari 700.000 pengungsi Rohingnya menyeberangi perbatasan ke Bangladesh dari Myanmar barat.

Bangladesh dan Myanmar pada 30 Oktober sepakat untuk memulai pemulangan para pengungsi Rohingya ke Myanmar pada pertengahan Novembe 2018. Namun, Badan urusan pengungsi PBB mengingatkan bahwa keadaan di negara bagian Rakhine belum kondusif bagi para pengungsi untuk kembali ke sana.

Pelapor khusus PBB soal hak asasi manusia di Myanmar, Yanghee Lee mengatakan dalam pernyataan bahwa ia telah menerima informasi yang bisa dipercaya dari para pengungsi di Cox`s Bazar, Bangladesh, bahwa para pengungsi ketakutan nama-namanya berada dalam daftar yang akan dipulangkan sehingga mereka merasa terkekan dan cemas. Apalagi, Lee mengaku belum melihat ada bukti bahwa pemerintah Myanmar telah membangun keadaan yang memungkinkan para pengungsi Rohingya kembali ke tempat mereka berasal, dan terjamin bisa hidup dengan aman dengan hak-hak mereka.

"Pemerintah Myanmar tidak bisa memberikan jaminan bahwa mereka (para pengungsi Rohingya) tidak lagi akan mengalami penganiayaan dan kekerasan mengerikan," katanya.

Lee menegaskan akar penyebab krisis tersebut harus menjadi hal pertama yang ditangani, termasuk hak mendapatkan kewarganegaraan serta kebebasan untuk bergerak. Terlebih lagi, Myanmar tidak menganggap Rohingya sebagai kelompok suku asli. Banyak kalangan Myanmar yang mayorita penduduknya agama Buddha itu menyebut orang-orang Rohingya sebagai `orang Bengali` yang artinya warga Bangladesh. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar