Jakarta, Indonesia | Monday, 22-10-2018

NEWS UPDATE

Pelaku Teror Bom di Surabaya dan Sidoarjo Satu Jaringan

AL | Senin,14 Mei 2018 - 17:14:08 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Surabaya, CityPost - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pelaku teror bom di tiga gereja di Surabaya dan Rusunawa di Taman, Sidoarjo masih satu jaringan setelah tim Polri, terutama Polda yang dibantu tim Mabes Polri telah melakukan investigasi untuk mengidentifikasi pelaku.

"Kita sudah mengidentifikasi kelompoknya yaitu Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Sudah saya sampaikan kemungkinan motifnya terkait dengan serangan ini karena ada instruksi dari ISIS yang mendesak dan memerintahkan sel-sel lainnya," kata Tito.

Ledakan juga terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo setalah aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Tito mengungkapkan, setelah polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) ternyata  ledakan yang terjadi itu dikarenakan kecelakaan sendiri.

"Anton Ferdiantono (pelaku) itu teman dekat Dita Oeprianto pelaku bunuh diri jalan Arjuno. Mereka aktif berhubungan pernah jg berkunjung ke Lapas Tulungagung tahun 2016," ujarnya.

Tito menyebut kelompok ini melakukan aksi teror bom setelah terjadi kerusuhan di Mako Brimob Depok beberapa waktu lalu. Aksi ini dilakukan karena pemimpin JAD, Aman Abdurahman ditangkap polisi.

"Kerusuhan di Mako tidak sekadar kerusuhan makanan yg tidak boleh masuk. Tapi karena ada upaya untuk melakukan pembalasan, kemudian untuk di Jatim sendiri itu kelompok JAD Cabang Surabaya," tutur," ungkapnya.

Menurut Tito, kelompok tersebut melakukan langkah-langkah secara tertutup untuk melakukan penyerangan dengan mempersiapkan bom. Meski pelaku teror menggunakan bom pipa ada yang ditumpuk ada juga yang menggunakan bensin seperti yang di gereja, Kapolri melihat bom yang dipakai pelaku bermacam-macam. Meski menggunakan bom pipa ada yang ditumpuk ada juga yang menggunakan bensin seperti yang di gereja. Tito mengatakan, Kelompok JAD Surabaya ini mengebom dengan bahan peledak tri aceton tri proxid yang sangat dikenal di kelompok ISIS yang bisa dibuat dari bahan dasar yang mudah diperoleh dan diramu.

"Bahan tri aceton tri proxide yangg dikenal di kelompok ISIS, Suriah, Irak dan disebut the mother of satan, karena daya ledaknya tinggi dan sangat sensitif," jelasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar