Jakarta, Indonesia | Tuesday, 22-01-2019

NEWS UPDATE

Pemerintah Diminta Hentikan Pelanggaran HAM Muslim Uighur

WDP | Jumat,14 Des 2018 - 21:13:16 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) mendesak Pemerintah Indonesia supaya Pemerintah China menghentikan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) atas etnis mayoritas muslim Uighur. Sebagaimana laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah terjadi pelanggaran HAM kepada etnis Uighur di Xinjiang, China.

Melalui forum pada rapat paripurna DPR, Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie mengaku prihatin atas pelanggaran HAM terhadap etnis muslim Uighur di China. 

"Indonesia sebagai negara bebas aktif dan sebagai Anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) perlu untuk menghentikan pelanggaran HAM di semua belahan dunia termasuk di China," tandas Syarif dalam interupsinya pada Rapat Paripurna penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2018/2019 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/18).

Hal serupa juga diungkapkan anggota Komisi I DPR RI Sukamta, pihaknya menghormati China dengan kedaulatan dan kesatuan wilayahnya, namun ia ingin agar warga muslim yang bermukim di kawasan Xinjiang, yang terdiri suku-suku Uighur dihormarti hak asasinya, keyakinan dan budayanya.

"Saya tidak melihat satupun berita terkait masalah ini berupa reaksi Pemerintah Indonesia. Karena itu saya mendesak pemerintah memberikan respon, agar Indonesia sebagai negara Islam terbesar dan Anggota OKI  bisa membantu saudara-saudara kita suku Uighur tersebut," tegasnya.

Menanggapi interupsi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto yang memimpin Rapat Paripurna DPR RI menyatakan, yang diusulkan kedua anggota Dewan tersebut adalah wilayah kerja Komisi I DPR RI. Idealnya dibahas  di intern Komisi lebih dulu kemudian bisa diputuskan sebagai sikap resmi DPR RI.

“Bahkan kalau dirasa perlu, Komisi  I DPR pada masa resespun diperbolehkan melakukan sidang. Meski demikian, apa yang disarankan kedua Anggota DPR tersebut akan ditindaklanjuti dalam masa sidang mendatang," ujarnya. (WDP/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar