Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Pemerintah Diminta Serius Tangani Pencemaran Lingkungan

AL | Kamis,30 Agus 2018 - 10:56:12 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Sampit, CityPost - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Alexius Esliter meminta pemerintah daerah untuk serius dalam menangani kasus pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh perusahaan sawit. Salah satunya adalah kasus dugaan pencemaran yang terjadi di aliran Sungai Buluh Tibung anak Sungai Seranau, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur yang mengakibatkan ribuan ikan berbagai jenis mati.

"Pencemaran diduga akibat tumpahan limbah pabrik pengolahan minyak mentah kepala sawit atau crude palm oil (CPO) milik PT SSM itu terjadi sejak Minggu (26/8) lalu, dan hingga Kamis (30/8) masih tampak terlihat, dan kematian ikan masih terus terjadi," katanya sebagaimana dilaporkan Antara, Kamis (30/8/18).

Menurut Alex, pencemaran lingkungan tidak hanya mengakibatkan kematian ikan di aliran sungai saja, tapi juga telah membuat ribuan ikan dalam keramba warga juga turut mati.

"Berdasarkan hasil pantauan kami di lapangan, secara kasat mata air sungai tersebut diduga tercemar limbah pabrik, namun untuk memastikannya harus dilakukan uji laboratorium," ujar legislator ini.

Alex berharap, pihak aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) benar-benar bekerja secara profesional, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dalam kasus pencemaran lingkungan ini.

"Masyarakat Desa Sebabi sangat dirugikan, karena selain tidak dapat memanfaatkan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ikan dalam keramba mereka juga habis mati," katanya.

Menurut Alex, pemulihan aliran sungai Buluh Tibung dan sungai Seranau dipastikan akan memakan waktu lama, sekitar satu hingga dua tahun ke depan.<br />

"Selama kondisi aliran sungai belum pulih dari pencemaran, saya berharap pihak perusahaan membantu warga dalam penyediaan air bersih yang layak konsumsi dan membantu kerugian warga yang ikan dalam kerambanya mati," tuturnya.

Kepala Desa Sebabi Dematius juga membenarkan adanya pencemaran aliran sungai Buluh Tibung dan sungai Seranau, sehingga mengakibatkan matinya ribuan ikan yang ada di sungai maupun dalam keramba warga.

"Kita sudah sampaikan ke PT SSM untuk membantu warga yang ikan dalam kerambanya mati akibat pencemaran tersbut," katanya saat dikonfirmasi. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar