Jakarta, Indonesia | Monday, 24-09-2018

NEWS UPDATE

Pemerintah Ingin Percepat Pengembangan Mobil Listrik

AL | Selasa,27 Feb 2018 - 16:13:24 WIB

Menteri Lingkungan Siti Nurbaya Bakar mengendarai mobil listrik.foto.ist

Jakarta, CityPost - Pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat pengembangan produksi kendaraan emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) yang ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen secara mandiri dan sebesar 41 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030.

"Upaya penurunan emisi yang dilakukan Indonesia adalah untuk ikut menyelamatkan bumi. Serta memenuhi amanat pasal 28H UUD 1945, di mana pemerintah menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh lingkungan yang baik dan sehat," kata Menteri Lingkungan Siti Nurbaya Bakar dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.

Siti Nurbaya kerap mencoba mengendarai kendaraan ramah lingkungan, Ia juga selalu menekankan bahwa upaya penurunan emisi yang dilakukan Indonesia adalah untuk ikut menyelamatkan bumi. 

Mitsubishi Motors Corportion (MMC) telah menyerahkan 10 kendaraan listrik kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mendukung program LCEV. Kesepuluh mobil tersebut, terdiri dari delapan unit Mitsubishi Outlander PHEV (model SUV plug-in hybrid) dan dua unit Mitsubishi i-MiEV.

Dalam acara serah terima Mobil Listrik Mitsubishi ini, juga dilakukan test drive di halaman kantor Kementerian Perindustrian Jakarta  Senin (26/2/17). Sejumlah menteri juga terlihat ikut mencoba mengendarai mobil ramah lingkungan ini, di antaranya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Perhubungan Budi Karya.

"Target pengembangan kendaraan listrik sudah menjadi bagian dari roadmap pengembangan kendaraan bermotor nasional. Pada tahun 2025, ditargetkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah kendaraan LCEV termasuk kendaraan listrik," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, strategi pengembangan LCEV dan kendaraan listrik dapat dilakukan melalui beberapa tahapan, di antaranya memberikan insentif kepada kendaraan yang beremisi karbon rendah, serta melakukan kajian dan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik. Selanjutnya, pemerintah melakukan pilot project untuk daerah atau jenis kendaraan tertentu atau kendaraan untuk keperluan tertentu untuk menggunakan listrik. Seperti kendaraan ekspedisi, transportasi umum dengan rute tertentu, dan kendaraaan yang berorientasi pada daerah tertentu. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar