Jakarta, Indonesia | Tuesday, 22-05-2018

NEWS UPDATE

Pemerintah Prioritaskan Pengembangan SDM dan Infrastruktur

AL | Selasa,12 Des 2017 - 13:54:04 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Pemerintah Indonesia mengalokasikan banyak anggaran, mulai Anggran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga mencari sumber pendapatan lain demi mencegah tejadinya permasalahan berat di Indonesia pada masa mendatang akibat ketertinggalan infrastruktur dan kualitas SDM Tanah Air. 

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Kementerian Keuangan, Scenaider Clasein Siahaan mengatakan, besarnya anggaran tersebut dialokasikan untuk pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur agar bangsa Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global.

"Sebagian besar orang Indonesia belum mampu membiayai sekolah di tempat yang layak. Jika kita tidak fokus ke sana, puluhan juta bangsa Indonesia usia produktif pada masa mendatang tidak memiliki kemampuan bersaing pada masa yang akan datang," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (11/12/17)

Scenaider mengungkapkan pemerintah telah konsisten mengalokasikan 20 persen dari total belanja pemerintah dalam APBN untuk pendidikan dan 5 persen untuk kesehatan, aggaran yang dikucurkan bagi pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru Tanah Air juga sangat besar. Selain itu, jika pemerintah tidak fokus mengembangkan SDM saat ini, biaya yang akan dikeluarkan nanti untuk memperbaiki keadaan di masa yang akan datang tersebut akan jauh lebih besar dan berdampak buruk bagi masyarakat. 

"Contohnya ketika kelompok masyarakat usia produktif tidak memiliki kemampuan yang bagus, pada akhirnya mereka kan menjadi beban bagi pemerintah dan masyarakat," imbuhnya.

Scenaider menjelaskan, pembangunan infrastruktur dibutuhkan untuk efisiensi kegiatan ekonomi secara umum. Ia mencontohkan China yang berhasil bangkit dari kondisi yang lemah hingga era 1980-an kemudian sejak 1990-an berhasil menjadi raksasa adalah berkat pembangunan infrastruktur yang efisien.

"Tanpa infrastruktur, dalam hal sederhana saja, pengiriman bahan makanan untuk sampai ke pasar-pasar akan terhambat hingga berdampak pada kenaikan harga komoditas lalu menyulitkan masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Scenaider menambahkan, dengan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan raya dan jalur kereta api yang terbangun maka biaya produksi barang akan jauh rendah sehingga membantu meningkatkan daya saing Indonesia dibandingkan negara lain. 

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan tersebut hanya melalui dana yang berasal dari dalam negeri berupa penerimaan negara, baik dari pajak maupun di luar pajak, pemerintah juga memerlukan pembiayaan melalui pinjaman yang dilakukan secara terencana, diperhitungan dengan sebaik-baiknya dan dikelola secara efektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah kepada masyarakat luas. Scenaider mengungkapkan, pinjaman dana untuk Indonesia kini mencapai Rp 3.800 triliun, namun dapat ditangani secara baik dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di masa depan.

“Masyarakat idak perlu khawatir pinjaman tersebut dapat dilunasi oleh pemerintah, kalau melihat struktur keuangan negara, pinjaman tersebut bisa dilunasi dalam waktu dekat," pungkasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar