Jakarta, Indonesia | Saturday, 22-09-2018

NEWS UPDATE

Pemerintah Tanggapi Keluhan Tere Liye Soal Pajak

AL | Kamis,07 Sept 2017 - 12:28:02 WIB

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.foto.ist

Jakarta, CityPost - Penulis Tere Liye (38) telah memutuskan untuk berhenti menerbitkan bukunya lewat Gramedia Pustaka Utama dan Republika per 31 Juli 2017 karena keberatan dengan pungutan pajak yang terlalu tinggi.

Tere mengeluh karena penulis buku harus membayar pajak 24 kali lipat lebih besar ketimbang pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dan dua kali lebih banyak dibandingkan profesi pekerjaan bebas. Ia mengaku sudah menyurati berbagai lembaga resmi pemerintah seperti Direktorat Jenderal Pajak dan Badan Ekonomi Kreatif untuk berdiskusi, namun tak ada hasil.

Meski tak lagi bekerja sama dengan penerbit, Tere akan tetap menyiarkan karyanya secara cuma-cuma di Facebook sambil memikirkan model bisnis yang dia anggap cocok untuk menyiarkan karyanya

Beberapa buku yang ditulis Tere sudah diadaptasi ke layar lebar, diantaranya "Moga Bunda Disayang Allah", "Bidadari Bidadari Surga" dan "Hafalan Shalat Delisa". 

Menanggapi keluhan Tere, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan siap untuk membenahi pelayanan terkait pajak penghasilan profesi.

"Kalau masalahnya adalah pelayanan, seharusnya itu bisa diperbaiki segera. Tidak hanya untuk penulis Tere Liye saja tapi juga kepada yang lain," katanya di Jakarta, Rabu (6/9).

Sri Mulyani memastikan persoalan pajak ini akan segera diselesaikan sepenuhnya oleh Direktorat Jenderal Pajak diupayakan tidak terulang lagi di kemudian hari.

"Namun, kalau persoalan pajak penghasilan ini terkait dengan tarif yang berhubungan dengan peraturan hukum, akan butuh waktu menyelesaikannya, karena harus menunggu revisi Undang-Undang Pajak Penghasilan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga  menjelaskan, wajib pajak yang berprofesi sebagai penulis dengan penghasilan bruto kurang dari Rp 4,8 miliar dalam satu tahun bisa memilih untuk menghitung penghasilan netonya.

"Penghitungan penghasilan neto dapat dilakukan dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) yang besarnya adalah 50 persen dari royalti yang diterima dari penerbit," tuturnya.

Hestu menambahkan, ketentuan teknis penghitungan dan penggunaan NPPN itu diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-17/PJ/2015 untuk Klasifikasi Lapangan Usaha Nomor 90002 atau pekerja seni. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar