Jakarta, Indonesia | Monday, 23-07-2018

NEWS UPDATE

Pemerintah Yakin Freeport Terima Syarat Divestasi 51 Persen

AL | Rabu,23 Agus 2017 - 16:52:07 WIB

Tambang PT Freeport Indonesia di Papua.foto.ist


Jakarta, CityPost - Pemerintah meyakini bahwa PT Freeport Indonesia akan menerima usulan terkait dengan divestasi 51 persen. Sebab, usulan ini merupakan salah satu syarat jika Freeport mau memperpanjang kontraknya dengan pemerintah Indonesia terkait aktivitas penambangan.

"Itu salah satu syaratnya kalau PT Freeport minta perpanjangan kontrak ya harus divestasi. Kalau enggak mau divestasi, kita enggak terima perpanjangan kontrak," kata Menteri ESDM Iganatius Jonan di Istana Negara, Rabu (23/8/17).

Menurutnya, pada akhir Agustus pemerintah akan melakukan pertemuan dengan PT Freeport Indonesia terkait dengan perpanjangan kontrak usaha tambang. Dengan adanya syarat divestasi mencapai 51 persen, maka Freeport seharusnya sudah paham yang menjadi keinginan pemerintah.

Sebelumnya, juru bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama menyebut bahwa Freeport belum sepakat untuk melakukan divestasi. Menaggapi itu, Jonan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan komunikasi dengan Riza. Sejauh ini kementerian ESDM langsung berkomunikasi  dengan CEO Freeport McMoRan Inc. Richard C Adkerson.

"Kalau komunikasi sama yang lebih junior dari Richard C Adkerson kayaknya enggak perlu ya," ujar Jonan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, negosiasi mengenai divestasi saham Freeport sebanyak 51 persen masih berjalan. 

"Keinginan pemerintah melalui Menteri ESDM terkait divestasi memang sudah seharusnya. Selain itu PT Freeport juga harus membangun smelter," tegasnya.

Luhut berharap, upaya untuk menyelesaikan divestasi mencapai 51 persen bisa rampung pada 2021, sehingga nantinya saham Freeport secara mayoritas bisa dikuasai pemerintah. 

"Mengenai pajak, kan sekarang pajak kita cenderung menurun, tapi sekarang lagi dihitung. Kalau hanya dari situ saja kan pemerintah nanti juga kena pajak untuk yang 51 persen itu," pungkasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar