Jakarta, Indonesia | Monday, 20-08-2018

NEWS UPDATE

Pemilik Truk Kelebihan Beban Akan Dipidanakan

RWS | Minggu,08 Jul 2018 - 18:22:20 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi rencananya bakal melakukan tindakan tegas kepada para pemilik truk yang kerap membawa beban muatan berlebihan atau over loading dari ketentuan yang berlaku.

Tindakan tegas ini akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2018 dengan dilakukan ditiga lokasi sebagai pilot project di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau yang dikenal dengan jembatan timbang.

Budi mengatakan dari hasil evaluasi selama 3 bulan dari 7 jembatan timbang ternyata dari 100 truk yang melintas ada sebanyak 75 truk yang melanggar aturan dengan membawa beban berlebihan atau over load. Dan dari 75 ada 25 yang melanggar aturan 100 persen.

“Misalnya itu daya angkutnya 50 ton, dia mengangkut sampai dengan 100 ton. Bayangkan,” tegas Budi melalui keterangannya pada Jumat (6/7) lalu.

Disebutkan jembatan yang akan digunakan sebagai pilot project adalah UPPKB Losarang Indramayu, Jawa Barat, UPPKB Balonggandu Karawang, Jawa Barat dan UPPKB Widang Tuban, Jawa Timur.

“Kalau bentuk pelanggarannya adalah over dimensi, pelakunya adalah orang yang menyuruh apakah dia pemilik truk ataukah dia karoseri. Tapi kalau over loading penanggungjawabnya adalah pengusahanya bukan pengemudi,” terang Budi.

Budi menegaskan berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 277, sanksi bagi pelanggar over dimensi diancam pidana selama 1 tahun kurungan pidana.

“Kami akan bekerjasama dengan Mahkamah Agung, kalau bisa (ancaman pidana) 1 tahun itu minimal dikenakan bagi pelanggar,” tegasnya. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar