Jakarta, Indonesia | Sunday, 19-08-2018

NEWS UPDATE

Pemko Gunungsitoli Apresiasi Keberadaan PT. Delada Agromas Samudera

Redaksi CityPost | Kamis,18 Mei 2017 - 02:36:33 WIB

Foto ist.

Gunung Sitoli, CityPost - Meski mendapat penolakan warga, Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengapresiasi keberadaan PT. Delada Agromas Samudera (PT. DAS), yang terletak di Desa Olora, Kecamatan Gunungsitoli Utara. Demikian disampaikan langsung oleh Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua, saat menggelar Coffee Morning bersama puluhan wartawan dan para Kepala SKPD Pemko Gunungsitoli di Restourant Kaliki, beberapa waktu lalu. Menurut Lakhomizaro, keberadaan PT. DAS yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur itu, sangat berpengaruh bagi pertumbuhan usaha peternakan dan lapangan pekerjaan di Kota Gunungsitoli. "Pemko Gunungsitoli sudah memfasilitasi pertemuan antara warga Desa Olora dan pihak PT. Delada tersebut. Dan hasilnya, tidak ada warga desa yang menyampaikan keberatan, malah mereka mendukung penuh," ucap Lakhomizaro. Bahkan disampaikan mantan Kepala Dinas PU Pemkab Nias Selatan itu, Pemko Gunungsitoli telah mendatangkan tokoh masyarakat, namun hasilnya mereka juga mendukung. Jadi, soal perbedaan pendapat antar warga sudah menjadi hal lumrah. "Maaf, secara pribadi saya mengapresiasi keberadaan PT. Delada, karena itu merupakan celah bagi Pemko Gunungsitoli untuk meminta bantuan gelontoran dana dari Kementerian guna pengembangan sistem peternakan di Kota Gunungsitoli," tegas Lakhomizaro. Contoh dana untuk pembanguan laboratorium peternakan. Karena dengan adanya laboratorium, maka dipastikan usaha peternakan akan berkembang pesat. Selain itu, juga membuka lapangan pekerjaan terhadap warga. Meski demikian, Lakhomizaro tidak menampik jika awal beroperasinya PT. Delada sempat memicu wabah lalat yang menyerang pemukiman warga. Namun setelah diperingatkan, maka pihak pengelola telah mengantisipasi dengan cara penyemprotan kandang. Untuk diketahui, sebelumnya dikabarkan, bahwa ada sekelompok warga Desa Olora yang merasa resah dan keberatan atas keberadaan PT. DAS. Dimana mereka mengkhawatirkan akan penyebaran penyakit flu burung atau virus H5Nl. Bahkan dikatakan, sekelompok warga tersebut, wabah lalat serta bau kotoran ternak yang berasal dari PT. DAS hingga saat ini masih menyerang permukiman mereka. (RWS/ist/we)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar