Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Pemkot Bekasi Diminta Warga Kembangkan Wisata Hutan Bambu

AL | Jumat,09 Nov 2018 - 14:09:22 WIB

Wisata Hutan Bambu, Bekasi.foto.ist

Bekasi, CityPost - Destinasi wisata Hutan Bambu di Kampung Bekasi Jati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, membutuhkan pendanaan pemerintah untuk pengembangan kawasan tersebut, hal itu disampaikan oleh tokoh warga sekitar, Saiful Bahri (49)

"Sejak Hutan Bambu ini kita buat pada Oktober 2018, hingga sekarang baru rampung sekitar 60 persennya melalui?swadaya warga," kata Saiful saat ditemui di Bekasi, Kamis (8/11/18).

Saiful menuturkan, sekitar 60 persen Hutan Bambu yang tepatnya berada di RW 26 Bekasi Jati itu baru meliputi pembuatan jalan setapak sepanjang 200 meter, sepuluh saung bambu, zona bermain anak, dermaga, fasilitas ibadah, penangkaran burung, lima titik taman dan zona pedagang. Menurutnya, seluruh material sarana dan prasarana yang terpasang di atas lahan seluas total 2,6 hektare itu memanfaatkan bahan daur ulang limbah bangunan serta potongan bambu dari sekitar bantaran Kali Bekasi.

Meski Hutan Bambu ini baru berusia empat hari sejak diresmikan oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Minggu (4/11/18), namun objek wisata alternatif di pinggiran Jakarta itu mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal, khususnya pada saat akhir pekan.

"Kalau akhir pekan bisa sampai 300 wisatawan yang datang sepanjang hari, tapi rata-rata masih dari Bekasi," ujarnya.

Melihat animo wisatawan yang cukup tinggi, Saiful yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pecinta Kali Bekasi (FMPKB) itu berharap ada dukungan pendanaan pemerintah daerah untuk pengembangan Hutan Bambu.

"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Bekasi untuk pelebaran jalan sebagai akses wisatawan," tuturnya

Saiful mengatakan, jalan yang ada sekarang ini baru terpasang sekitar 40 meter yang disambung dengan tanggul sungai dan kawat beronjong berisi batu kali.<br 

"Tanggul dan kawat beronjong itu memang sudah ada lebih dulu di bantaran sungai sebagai upaya antisipasi bila terjadi banjir akibat luapan Kali Bekasi. Kebetulan tanggul dan beronjong ini sudah mulai ambles, jadi kita sambung dengan jalan setapak menggunakan material batu bata bekas yang lebarnya hanya cukup untuk lintasan satu orang," jelasnya.

Menurut Saiful, Pemkot Bekasi telah berkomitmen untuk memberikan pendanaan bagi pengembangan Hutan Bambu berupa pengecoran jalan, panggung budaya hingga fasilitas penerangan.

"Rencananya Hutan Bambu ini akan mengadopsi budaya Betawai karena masyoritas warga di sini orang Betawi yang tinggal di Bekasi," tuturnya.

Selain itu, Saiful juga telah mengusulkan penambahan fauna Hutan Bambu seperti monyet maupun hewan ternak yang bisa berinteraksi dengan para wisatawan.

"Ke depan akan ada fastival kuliner khas Bekasi dengan konsep perkampungan Betawi yang digelar secara rutin setiap pekan," katanya.

Saiful menambahkan, selain fasilitas penunjang kawasan wisata, Pemkot Bekasi juga diminta untuk menanggulangi musibah banjir yang kerap menerjang kawasan tersebut setiap musim hujan tiba.

"Memang sejak pembangunan sipon Kali Bekasi selesai, sudah jarang sekali ada banjir di sini, tapi ancaman itu tetap ada karena bila debitnya sampai setinggi 400 meter, dipastikan air akan melimpas ke Hutan Bambu," ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjanjikan pemugaran Hutan Bambu akan dimulai pada 2019 melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat.

"Target kita 2019, Hutan Bambu ini sudah sangat layak menjadi destinasi wisata. Kami sedang kalkulasi berapa kebutuhannya serta fasilitas tambahannya," kata Rahmat. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar