Jakarta, Indonesia | Monday, 21-05-2018

NEWS UPDATE

Pemulihan Ekosistem Hulu Citarum Berkaca Pada Kasus Amazon

AL | Selasa,05 Des 2017 - 03:14:07 WIB

Situ Cisanti yang menjadi hulu sungai Citarum.foto.ist

Brazil, CityPost - Pemerintah Provinsi Bali sedang mengupayakan pemulihan ekosistem di hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti, yang rusak akibat penggundulan hutan dengan melibatkan TNI, Polri, dan unsur terkait

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan pemulihan ekosistem tersebut akan berkaca pada kasus yang terjadi di Hutan Amazon, Brazil, yang sama-sama mengalami penggundulan hutan.

"Pemulihan ini bukanlah sesuatu yang mudah, banyak contoh beberapa negara punya masalah lingkungan. Seperti hutan Amazon hampir habis pada tahun 70-an oleh pembabatan hutan ilegal," ujarnya dalam acara silaturahmi bersama masyarakat di Hulu Citarum belum lama ini.

Doni menceritakan, saat itu pemerintah Brazil yang sudah sangat kewalahan dalam mengantisipasi perambahan hutan tersebut  memberikan mandat kepada pihak militer untuk segera menyelesaikannya. Hasilnya, hutan yang gundul dapat direboisasi kembali dan meminimalisir aktivitas penyeludupan kayu ilegal. meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Mereka menyerahkan ke militer, dan kini hutan Amazon sudah pulih kembali," katanya.

Doni menturkan, permasalhan serupa juga dialami negara Singapura dan Korea Selatan memiliki permasalahan serupa. Namun dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan pihak-pihak terkait, kedua negara tersebut berubah menjadi beberapa negara terbersih di dunia.

"Jadi tidak ada yang tidak bisa kita ubah," imbuhnya.

Menurut Doni, selain keterlibatan militer, dalam upaya reboisasi tersebuut perlu satu komando terpusat. Ia menambahkan, pemetaan satuan tugas (Satgas) antara pemerintah pusat, Pemprov Jabar, serta aparat TNI dan Polri juga sudah dilakukan.

"Nantinya, Pemprov akan bertindak sebagai komando yang menjembatani TNI, Polri, dan unsur terkait dalam upaya pemulihan ekosistem di hulu Sungai Citarum. Karena kalau satu komando akan menghabiskan banyak dana, waktu terbuang, tenaga dikeluarkan lebih banyak, sehingga hasilnya tidak akan pernah maksimal," tuturnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar