Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Peneliti: Kulit Pisang Bisa Membantu Atasi Depresi

AL | Kamis,29 Nov 2018 - 17:50:09 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Selama ini, sebagian orang menganggap kulit pisang adalah limbah pangan, namun, setelah para peneliti dari Universitas Gadjah Mada menguji efek pemberian kulit pisang kepok kuning asal Sleman pada tikus sebagai objek percobaan selama beberapa waktu, ternyata klit pisang memiliki kandungan serat tinggi dan berefek meningkatkan kadar serotonin sehingga berpotensi sebagai agen anti-depresan.

"Kami lakukan analisis proximat pada kulit pisang kepok kuning di tahun-tahun pertama. Lalu kami temukan serotonin atau ramuan bahagia atau anti stres dan depresan.Kami ambil serotnoninnya dan diikat pada tikus. Ternyata, antara serotonin dari kulit pisang dan dari bahan kimia, memiliki dampak yang sama," kata salah satu peneliti, Andreanyta Meliala dalam acara Awarding Nutrifood Research Grant (NRC) 2018 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (29/11/18).

Andreanyta yang berprofesi sebagai dokter umum itu juga menjelaskan, selanjutnya, tim peneliti meningkatkan kadar gula darah pada tikus dan memberi mereka flake kulit pisang. Mereka lalu mengukur kadar stres melalui mobility time tikus saat mencoba melepaskan diri dari ikatan.

"Hasilnya, tikus dengan kulit pisang sudah sanggup untuk menunjukkan perbedaan bermakna dengan yang tidak, memiliki mobility time signifikan ketimbang yang tidak diberikan," ujarnya.

Pada manusia, mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi rentan mengalami stres dan orang yang stres kadar gula darahnya semakin tinggi. Karena itulah, 
Andreanyta berharap temuan studi ini diharapkan bisa menjadi cara membantu orang-orang mengendalikan kadar stres dan dengan begitu kadar gula darah juga lebih mereka kendalikan. Untuk itu, Andreanyta dan tim berharap ada tindak lanjut dari pihak industri untuk memproduksi makanan menggunakan kulit pisang sebagai bahan utamanya, misalnya dalam bentuk biskuit dan sereal.

"Flake kulit pisang bisa jadi biskuit, sereal. Giliran industri melihat minat pasar," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar