Jakarta, Indonesia | Monday, 20-08-2018

NEWS UPDATE

Peneliti Muda Mahasiswa UM Tingkatkan Kualitas Coran Logam

AL | Jumat,25 Mei 2018 - 05:37:53 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Malang, CityPost - Industri pengecoran logam saat ini makin ditutunt untuk menghasilkan produk yang berkualitas, khususnya di bidang pengecoran logam. Biasanya, metode pengecoran logam yang  menggunakan cetakan pasir (Sand Casting) paling sering dilakukan.

Dari metode  tersebut, Tim Peneliti Muda Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang beranggotakan Candi Galih Syaifullah, Ayik Bela Saputra dan Shabrina Ruhyatul Fauziyah. berhasil meningkatkan kualitas dan sifat mekanis hasil pengecoran paduan alumunium silikon pada cetakan pasirdengan bahan pengikat baru lempung lokal Bangkalan. 

Ayik Bela Saputra yang merupakan Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UM menjelaskan, kunci utama hasil pengecoran memiliki kualitas yang bagus. Hal ini diawali dari cetakan pasir yang bagus, memenuhi standar sifat mekanik lalu permeabilitas cetakan.

"Jadi sebelum logam cair dituang ke dalam cetakan cetakan harus memiliki persyaratan sifat mampu alir yang baik, kuat, tidak mudah rontok, kemampuan alir gas bagus dan mudah di bongkar. Kualitas pasir cetak yang bagus sendiri dipengaruhi oleh bahan pengikat salah satunya adalah bentonit yang umum digunakan pada industri pengecoran logam," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (22/5).

Ayik menjelaskan, dari hasil penelitian yang dilakukan bersama rekan-rekan satu timnya, coran logam paduan Al-Si yang menggunakan cetakan pasir berpengikat lempung lokal Bangkalan memiliki jumlah cacat yang minim dan sifat mekanis tinggi. Adapun data yang diperoleh dari uji tarik tersebut, yaitu  12,8712 Kg/mm2 dan nilai kekerasannya adalah 128,033 HV. Hasil ini mengalahkan pengikat bentonit dengan kekuatan tarik 10,1612 Kg/mm2 dan kekerasan 114,4 HV.

Ketua Tim Candi Galih Syaifullah memaparkan, lempung lokal Bangkalan termasuk sisa pecahan batu alam yang diperoleh Bukit Jaddih Pulau Madura tepatnya di Desa Parsseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Selain terbukti mampu meningkatkan kulitas dan sifat mekanis, harga lempung lokal Bangkalan juga lebih murah dari bentonit yang setiap tahunnya cenderung terus meningkat. Harga bentonit bisa mencapai Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per kilogram, sedangkan harga lempung lokal bangkalan hanya Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per kilogram.

"Harapannya, hasil penelitian ini dapat ditindak lanjuti, diterapkan, serta mendapat apresiasi positif dari dunia Industri pengecoran. Serta dapat digunakan sebagai bahan pengikat praktikum pengecoran logam di universitas," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar