Jakarta, Indonesia | Tuesday, 22-01-2019

NEWS UPDATE

Peneliti: Tubuh Manusia Akan Bisa Sembuhkan Diabetes

AL | Selasa,08 Jan 2019 - 14:56:41 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Banyak pasien diabetes mengkonsumsi suplemen insulin demi mengatur kadar gula darah, kerena Diabetes adalah sebuah penyakit di mana tubuh tak mampu memproduksi insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah.

Dilansir dari Medical Xpress, Selasa (8/1) Para peneliti di University of Bergen bersama para peneliti internasional lainnya telah menemukan bahwa sel-sel yang menghasilkan glukagon (antagonis dari insulin) di pankreas dapat mengubah identitasnya dan beradaptasi untuk memperbaiki sel-sel insulin yang rusak atau hilang.

"Bisa saja kita menghadapi awal dari sebuah bentuk pengobatan yang sama sekali baru untuk diabetes, di mana tubuh dapat memproduksi insulin sendiri, dengan beberapa bantuan di awal," ujar peneliti Luiza Ghila di Raeder Research Lab, Department of Clinical Science, University of Bergen (UiB).<br />

Meski para peneliti baru menemukan sekitar dua persen dari sel-sel yang berdekatan di pankreas dapat mengubah identitas, mereka tetap optimis mengenai potensi pendekatan pengobatan baru.

Para peneliti telah menggambarkan mekanisme di balik proses identitas sel yang dilakukan Untuk pertama kalinya. Ternyata, ini bukan proses pasif, tetapi adalah hasil sinyal yang dihasilkan dari sel-sel di sekitarnya. Dalam penelitian tersebut, mereka mampu meningkatkan jumlah sel penghasil insulin hingga lima persen dengan menggunakan obat yang memengaruhi proses pensinyalan antarsel. Sejauh ini, hasilnya hanya ditunjukkan dari model hewan.

"Jika kita bisa dapat banyak pengetahuan yang lebih baik tentang mekanisme di balik fleksibilitas sel ini, maka kita mungkin dapat mengendalikan proses dan mengubah lebih banyak identitas sel sehingga lebih banyak insulin dapat diproduksi," kata Ghila dikutip dari Antara.

Menurut para peneliti, penemuan baru ini tidak ditujukan bagi diabetes saja.

"Kemampuan sel untuk mengubah identitas dan fungsi dapat menjadi penemuan yang menentukan dalam mengobati penyakit lain yang disebabkan oleh kematian sel, seperti penyakit alzheimer dan kerusakan sel akibat serangan jantung," ujar Ghila. (red/ist)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar