Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Peneliti UGM Ubah Kotoran Gajah Jadi Papan Komposit

GRY | Kamis,29 Mar 2018 - 16:44:13 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Sleman, CityPost - Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Ragil Widyorini mampu mengolah limbah tak bernilai menjadi barang penuh daya guna dan berkualitas. Dosen Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UGM ini berhasil mengubah kotoran gajah menjadi papan komposit. 

Untuk membuat papan komposit dari serat kotoran gajah dibutuhkan beberapa tahapan. Pertama, Ragil membersihkan kotoran gajah dengan air mengalir. Selanjutnya, kotoran yang telah dibersihkan
dijemur hingga kering agar tidak tumbuh jamur. Kemudian, kotoran dicampur dengan perekat lalu dioven dalam suhu 80 derajat Celcius selama 18 jam untuk mengurangi kadar air. Hasil ovenan kotoran dicetak dan dipanaskan dengan suhu 200 derajat Celius selama 10 menit.

Lalu, untuk membuat papan komposit dengan ukuran 5x5 cm dengan ketebalan 1 cm, dibutuhkan 400 gram kotoran gajah dan 80 gram perekat dari berat kering partikel. Jadi, untuk membuat papan komposit berukuran 1x1 meter dengan tebal 1 cm dibutuhkan sekitar 8 kg kotoran gajah. Dalam sehari, gajah bisa menghasilkan kotoran hingga 100 kg dan setengah dari jumlah tersebut dapat digunakan sebagai bahan papan komposit, sehingga satu ekor gajah dapat menghasilkan 6 papan komposit berukuran 1x1 meter setiap harinya.

Ragil mengungkapkan, ide meneliti kotoran gajah ini bermula dari cerita alumni UGM yang bekerja di Taman Safari Pasuruan yang mengeluhkan kesulitan pengelolaan limbah kotoran gajah dalam jumlah yang cukup banyak. Taman Safari Pasuruan memang memanfaatkan kotoran gajah tersebut menjadi pupuk atau mengolahnya menjadi kertas, namun masih belum bisa mengatasi permasalahan tersebut sehingga dibutuhkan terobosan baru untuk mengelola kotoran gajah.

"Kotoran gajah banyak mengandung serat. Dari situ saya berusaha untuk memanfaatkan kotoran gajah menjadi sesuatu yang bernilai guna yaitu sebagai bahan papan komposit," ujarnya seperti dilansir dari laman UGM, Kamis (29/3/18).

Rumput yang menjadi makanan gajah, banyak mengandung selulosa dan lignin dengan struktur seperti yang terdapat pada kayu sehingga potensial untuk menjadi bahan pembuatan papan komposit.

"Setiap makan setidaknya sekitar 30-45 persen rumput gajah yang tercerna. Dengan begitu, lebih dari 50 persen rumput yang tidak tercerna dengan sempurna masih terlihat di kotoran gajah sehingga
sangat berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi papan komposit," jelasnya.

Papan komposit dari kotoran gajah ini diharapkan menjadi pilihan alternatif pengganti papan pabrikan yang ramah lingkungan dan berkualitas.

Menurut Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, Muhammad Ali Imron, selain bisa menjadi alternatif papan komposit, produk ini juga bisa menjadi bagian dari upaya pelestarian gajah.

"Jadi, masyarakat yang membeli produk ini nantinya tidak hanya membeli secara fisik saja, tetapi lebih ke nilainya. Dengan pembelian ini keuntungannya disisihkan untuk konservasi gajah di alam," katanya. (GRY/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar