Jakarta, Indonesia | Monday, 22-10-2018

NEWS UPDATE

Pengadilan Malaysia Bebaskan Seorang WNI Dari Hukuman Mati

AL | Kamis,17 Mei 2018 - 20:20:00 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Kuala Lumpur, CityPost - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Madura Provinsi Jawa Timur bernama Satria Hidayat (24) lolos dari hukuman mati pada pengadilan di Mahkamah Tinggi Malaya di Klang, Selangor, Kamis (17/5/18) setelah Eksepsi yang diajukan pengacara diterima oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum Yong Leou Shin. 

Sebelumnya, Satria didakwa dengan pasal 302 pembunuhan berencana kemudian diubah menjadi pertuduhan alternatif 304 (a) hukum pidana. Karena menurut pasal tersebut hukuman untuk pembunuhan yang dianiaya tidak sebesar pembunuhan berencana. Sehingga, hakim Pengadilan Tinggi Klang Datok Ahmad Fairus Bin Zainol Abidin kemudian mem-vonis Satria Hidayat 17 tahun penjara.<br />

Satria didakwa melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap seorang wanita bernama Tan Kim Poh di Kantor Pabrik Papan Summer Media Sdn Bhd Lot 4775 Mukim Rawang, Malang Jaya, Kuang, pada 5 Agustus 2017 lalu. Tan Kim Poh yang mempekerjakan pekerja berbangsa China, Melayu dan WNI di pabrik miliknya itu.

Dari hasil penyelidikan pelaku diketahui pernah bekerja di pabrik tersebut selama seminggu kemudian tidak bekerja lagi dan dia bekerja di tempat lain. Namun, pada 5 Agustus 2017 Satria datang kembali ke pabrik Tan Kim Poh untuk mencari pekerjaan namun dia mengambil peluang untuk merampok korban yang sedang sendiri dengan cara mencekiknya hingga mati. Satria lalu mengambil handphone dan uang tunai RM 3000 yang berada di atas meja milik korban.

Malam harinya setelah kejadian itu, pelaku mentraktir makan malam kawannya bernama Abdul Bezit dan bermain judi dengan menggunakan uang lebih kurang RM 320. Satria juga telah membeli handphone dengan harga RM 699, membayar hutang ke temannya sejumlah RM 600, mengirim uang ke kampungnya sebesar RM 336, dan mengirim ke istrinya RM 300 dan menggunakan uang itu untuk kebutuhan lainnya.
Satria ditangkap polisi pada 8 Agustus 2017 jam 16.30 waktu setempat. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar