Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Pengendalian Perubahan Iklim Butuh Strategi Jangka Panjang

AL | Rabu,07 Nov 2018 - 11:15:24 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Ekonom dari World Resources Institute Global Juan Carlos Altamirano menungkapkan bahwa Indonesia sangat butuh strategi jangka panjang pengendalian perubahan iklim untuk memastikan Paris Agreement terlaksana.

"Saat ini baru ada 10 negara yang punya strategi jangka panjang pengendalian perubahan iklim. Dan enam di antaranya merupakan anggota G20," kata Juan dalam diskusi Identifikasi Faktor Kunci untuk Meningkatkan Strategi Iklim Jangka Panjang Indonesia yang digelar World Resources Institute (WRI) di Jakarta, Selasa (7/11/18).

Juan menyebutkan, kesepuluh negara tersebut antara lain Kanada, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Meksiko, Benin, Ceko, Kepulauan Marshall dan Ukraina. Ia menengaskan, sangat penting bagi Indonesia untuk memiliki strategi jangka panjang pengendalian perubahan iklim sehingga dapat memimpin di level regional. Namun rencana pembangunan berkelanjutan yang dimasukkan dalam strategi jangka panjang tersebut juga harus mampu memberikan keuntungan.

"Pentingnya ada strategi jangka panjang pengendalian perubahan iklim, agar perubahan politik dan pemimpin di satu negara tidak akan berdampak terhadap upaya mencapai target Paris Agreement," ujarnya.

Senior Forest and Climate Manager WRI Indonesia Arief Wijaya menuturkan, transparansi dari progres pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Panjang terkait perubahan iklim penting. Menurutnya, saat ini WRI sedang bekerja sama dengan Bappenas, membantu mereka mengembangkan RPJMN 2020 sampai dengan 2024 yang memperhatikan daya dukung dan daya tampung.

"Yang dilakukan Bappenas saat ini mencoba kaitkan dengan kebijakan pembangunan rendah karbon dengan KLHS. Sehingga `brown economy` yang hanya melihat keuntungan tanpa memperhatikan daya dukung daya tampung," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar