Jakarta, Indonesia | Thursday, 14-12-2017

NEWS UPDATE

Penyiar Radio Ditangkap Polisi Karena Bawa Golok

AL | Kamis,12 Okt 2017 - 09:41:03 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Tulungagung, CityPost- Aparat Kepolisian Sektor Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menangkap seorang pria berinisial IAB (24) yang berprofesi penyiar radio swasta karena membawa senjata tajam berupa golok di jalanan. 

Kapolsek Bandung AKP Siswanto mengatakan, IAB sempat mendatangi petugas yang saat itu berada di lokasi kejadian dengan berpakaian preman, perbuatan IAB dianggap mengancam kondusifitas wilayah setempat. Namun, saat dibawa ke Mapolres Tulungagung, IAB sama sekali tidak melakukan perlawanan.

"Saat ini status IAB sudah dinaikkan menjadi tersangka atas kepemilikan senjata tajam. IAB kini ditahan dan dititipkan ke Mapolres Tulungagung sambil menunggu proses hukum lebih lanjut," ujarnya di Tulungagung, Kamis (12/10/17).

Menurut Siswanto, sejak beberapa hari terakhir, jajaran Polsek Bandung melakukan operasi secara diam-diam akibat maraknya aksi pecah kaca yang terjadi di daerah tersebut. Saat itu, Rabu (11/10) sekitar pukul 20.00 WIB, beberapa polisi berhenti di jembatan Bulus untuk memantu kondisi wilayah. Ia menjelaskan, IAB yang saat itu baru saja selesai siaran, mendapat kabar dari grup percakapan mdia sosial whatsapp kelompoknya, jika di jembatan ada beberapa orang yang mencurigakan. 

"Pelaku ini mengaku saat itu juga langsung pulang dan mengambil golok. Dia selanjutnya bergegas ke jembatan dengan dihantar satu rekannya. Dan sesampai di lokasi, dia tahu yang didatangi ternyata adalah polisi sehingga berniat balik kanan namun golok yang disembunyikan dibalik jaket terjatuh," tuturnya.

Saat itulah, anggota Unit Reskrim Polsek Bandung langsung mengamankan tersangka dan barang bukti untuk dibawa ke Mapolsek guna dimintai keterangan lebih lanjut. Siswanti menambahkan, akibat perbuatannya. IAB dijerat pasal 2 Undang-undang Darurat Nomor 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"IAB membawa senjata tajam sudah terencana, saat kami periksa katanya senjata tajam itu untuk jaga-jaga siapa tahu yang dicek juga membawa sajam. Dia belum sempat melakukan apa-apa, hanya saja membawa sajam ditempat umum kan ada aturannya," ujarnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar