Jakarta, Indonesia | Friday, 17-08-2018

NEWS UPDATE

Penyusup di Istana Negara Pernah Berobat di RSJ Banyumas

AL | Selasa,14 Nov 2017 - 14:38:04 WIB

Jakarta, CityPost - Kasus penyusupan ke Istana Negara terjadi pada Senin (13/11/217) pukul 18.30 WIB. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan pelaku bernama Basufi Tarsiwan berusia 39 tahun. Namun berdasrkan pemeriksaan polisi, penyusup itu bukan anggota atau simpatisan kelompok ISIS.

"Setelah kami periksa, dia tidak pernah menyampaikan dari kelompok ISIS, kami memastikan tidak ada motif teror dari peristiwa itu," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/11/17).

Polisi mendalami kronologi kejadian dengan memerikasa pelaku dan kakak pelaku. Menurut Argo, dari hasil pemerikasaan Basufi ternyata berniat pulang dari Tangerang, Banten menuju Banyumas Jawa Tengah pada Senin (13/11). Namun, Basufi mendadak hilang ketika tiba di Jakarta.

"Berdasarkan keterangan kakaknya, awalnya Basufi bersama kakaknya hendak pulang dari Tangerang menuju Banyumas kemarin. Namun saat tiba di Jakarta, sang adik ini menghilang, ternyata dia datang ke Istana Negara," ujarnya.

Argo menuturkan, setibanya di Istana Negara, Basufi berupaya menerobos Pintu II Istana Kepresidenan namun personel Pasukan Pengamanan Presiden Markas Besar TNI bisa menahan Basufi dan menyerahkan dia ke Polsek Metro Gambir.

Argo mengatakan, saat diperiksa Basufi mengaku menerobos Istana Negara untuk bertemu Presiden. Itulah yang membua, Basufi langsung ditangkap, karena ada ketentuan yang mesti dipatuhi untuk bertemu pimpinan negara.

"Istana kepresidenan itu sebagai lambang negara kita, simbol negara kita, jadi harus ada prosedur yang harus dilalui, tapi Basufi ini langsung masuk ke pintu dua," jelasnya.

Namun, menurut keterangan keluarga pelaku, Argo mengungkapkan bahwa Basufi pernah berobat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banyumas pada 2016 selama tiga bulan. Saat ini Basufi masih ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Gambir.

Dengan demikian, ini merupakan kedua kalinya terjadi kasus penyusupan ke lingkungan Istana Presiden. Pada Agustus lalu, seorang berinisial B juga mencoba menyusup ke Istana Kepresidenan. Pria yang merupakan warga Cengkareng, Jakarta Barat ini mencoba masuk Istana lewat  gerbang di Jl Medan Merdeka Utara dengan kondisi tanpa pakaian. Saat diinterogasi pasukan pengamanan Istana, pelaku mengaku ingin menikah, diduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar