Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Peracik Obat Di China Diperiksa Terkait Vaksin Rabies

RWS | Selasa,24 Jul 2018 - 02:57:22 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost -  Sebuah vaksin rabies yang ditengarai membahayakan keselamatan masyarakat karena melanggar aturan pembuatan saat ini sedang diselidiki oleh pihak pemerintah China. Kabarnya perusahaan pembuat vaksin dituding memalsukan catatan produksi dan inspeksi.

Sementara itu, menyikapi kegelisahan yang ada, Perdana Menteri China Li Keqiang saat ini menyerukan untuk digelar penyelidikan terkati produsen obat domestik yang dianggap melanggar peraturan pembuatan vaksin rabies.

Perusahaan yang dituding itu adalah Changsheng Biotechnology. Mereka akhinrya diminta untuk menghentikan produk dan menarik semua vaksin itu dari pasaran setelah Badan Pengawasan Obat dan Makanan China menemukan adanya pemalsuan catatan produksi dan inspeksi yang dilakukan perusahaan tersebut.

Keqiang mengatakan pihaknya telah mengeluarkan pernyataan dan seruan itu pada Minggu (22/7) lalu dan mencela Changsheng telah melanggar moral dan berjanji dengan tegas akan melakukan tindakan keras terhadap apapun yang bisa membahayakan keselamatan masyarakat.

Kendati demikian, hingga saat ini usai ditemukan adanya pelanggaran itu, belum ada laporan mengenai korban akibat vaksin tersebut, namun pasca informasi itu tampil menjadi berita, banyak kecaman yang mencuat melalui media sosial.

Diketahui, Changsheng Biotechnology saat ini terpaksa menghentikan produksi vaksinnya untuk difteri, tetanus dan pertussis pada tahun lalu pasca pihak berwenang menemukan vaksin itu cacat. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar