Jakarta, Indonesia | Tuesday, 25-09-2018

NEWS UPDATE

Perang Suriah Picu Perpecahan Perancis Dan Uni Eropa

RWS | Selasa,17 Apr 2018 - 14:52:53 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Sejumlah Menteri Luar Negeri Uni Eropa saat ini dikabarkan tengah mempertanyakan terkait keterlibatan Perancis dalam serangan rudal di Suriah yang dikordinasikan oleh Amerika Serikat. Mereka lantas menggelar pertemuan untuk membahas permasalahan tersebut.

Menlu Eropa dan Parlemen Perancis pada Senin (16/4) kemarin mulai menanggapi serangan yang dilancarkan AS, Inggris dan Perancis terhadap Suriah. Kendati Presiden Perancis Emmanuel Macron beralibi memiliki legitimasi internasional, namun hal itu tetap dianggap tengah memicu perpecahan.

Salah seorang Pemimpin Uni Eropa, Angela Merkel dari Jerman mengatakan tindakan militer memang diperlukan tetapi yang harus disikapi dan menjadi perdebatan adalah terkait keberadaan Rusia yang saat ini menjadi sekutu Suriah.

Bahkan dikabarkan saat ini sejumlah politisi oposisi di Perancis turut melontarkan kritik keras mereka atas keterlibatan Perancis dalam serangan tersebut.

Sementara itu, Macron sendiri saat diwawancara televisi mengatakan dirinya memiliki legitimasi  internasional penuh atas campur tangannya dalam serangan di Suriah dengan dasar kemanusiaan. Aksi yang dilancarkan menurut Macron sebagai bentuk pembalasan bukan tindakan perang pasalnya pihak Perancis memiliki bukti penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah di Douma. Macron juga menegaskan pihaknya tidak menyatakan perang dengan Presiden Bashar Al-Assad.

Dikabarkan kedepan, pihak Perancis dan Amerika Serikat akan melakukan pembicaraan terkait pencarian solusi atas krisis Suriah dan membahas pentingnya kerjasama dengan Rusia, Turki dan Iran. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar