Jakarta, Indonesia | Monday, 22-10-2018

NEWS UPDATE

Perayaan Zending Fest Klasis Simpulkan Pesan Damai

Hen | Rabu,23 Mei 2018 - 19:45:08 WIB

Foto ist/WE

Kota Sorong, CityPost - Jemaat-jemaat GKI Di Tanah Papua, se-Kota Sorong, hari ini (21 Mei 2018), berkumpul di GOR Panca Sila, Kota Sorong, untuk merayakan Zending Fest sekaligus ibadah Pentakosta kedua. Zending Fest tahun 2018, membawa pesan tersendiri kepada umat yang merayakannya.

Jemaat-jemaat Klasis GKI di Kota Sorong, nampak bersemangat merayakan Zending Fest tahun 2018. Sejak pukul 08.00 WIT pagi, nampak jalan-jalan di Kota Sorong dipenuhi, jemaat yang menggunakan busana warna merah, mereka menggunakan bus, truk, kendaraan pribadi, ojek hingga berjalan kaki.

Lalu lintas sibuk mengatur kendaraan, polisi berseragam lengkap dengan senjata, berada di tiap sudut GOR, dibackup tentara dengan sergam hijau dan biru yang membaur dengan jemaat, mengamankan jalannya perayaan Zending Fets, jemaat tumpah ruah memenuhi ruang ibadah hingga di parkiran.

Bertemakan keberagaman, jemaat-jemaat yang hadir selain menggunakan busana merah sebagai simbol semangat Api Roh Kudus, jemaat yang berasal dari berbagai suku di Indonesia, juga hadir dengan busana daerah masing-masing. Baik Papua, Maluku, Sulawesi, Batak, dan Toraja. Keberagaman ini juga diwujudkan dalam lagu dan tari.

Ibadah yang berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 13.00 WIT, diperagakan berbagai atraksi seni dan budaya masing-masing daerah di Indonesia, secara khusus dalam ritual persembahan yang dikemas dalam bentuk tari dan lagu untuk membawa persembahan bahan-bahan natura hasil alam, hingga berbagai jenis kue dan masakan.

Zending Fest dengan thema “Roh Kudus merubah dan memperbaharui hidup” yang dilangsungkan bersamaan dengan peringatan Hari Pentakosta atau Pencurahan Roh Kudus, sengaja mengusung ide keberagaman, didasarkan pada hari dimana Roh Kudus dicurahkan sebagai pengganti pekerjaan Tuhan Yesus yang telah naik ke surga, dimana, para rasul dan orang-orang percaya dari berbagai penjuru hadir dan menerima curahan Roh Kudus di Yerusalem.

Ibadah Zending Fest yang dipimpin Pdt. Ester Marentek dan Pdt. Laurens Berhitu, S.Th, secara bergantian, mengatakan Pentakosta mengingatkan kita pada keberagaman, secara khusus keberagaman bahasa ketika Roh Kudus dicurahkan, para rasul dan orang-orang percaya berbicara dalam berbagai bahasa, “keberagaman bahasa” mencirikan keberagaman suku bangsa.

Secara spesifik, Pdt. Laurens Berhitu, S.Th, dalam khotbahnya, yang terambil dari Kisah Para Rasul 9:1-19a, tentang Saulus Bertobat, menekankan pentingnya curahan Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran yang menjadi kekuatan kepada setiap orang percaya, dan kita semua dipersiapkan menjadi saksi-Nya. (Hen/ist-WE)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar