Jakarta, Indonesia | Tuesday, 23-10-2018

NEWS UPDATE

Percakapan Dirut PLN Jadi Bukti Skandal PLTU Riau

RWS | Kamis,09 Agus 2018 - 09:22:57 WIB

Dirut PLN Sofyan Basir/foto ist

Jakarta, CityPost – Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dan menyelidiki adanya dugaan suap dari Proyek PLTU Riau-1. Kabarnya saat ini KPK tengah menjadikan isi percakapan Direktur Utama PLN Sofyan basir sebagai bukti untuk mengusut kasus tersebut.

Disebutkan, skandal PLTU Riau-1 menyangkut dana pemulus yang diberikan oleh sejumlah pihak agar Blackgold Natural Resources Limited menjadi konsorsium pembangunan proyek senilai US$ 900 juta.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah dikantornya Jakarta pada Rabu (8/8) kemarin. Dia juga menyebutkan pihaknya menyita alat komunikasi yang selama ini digunakan Sofyan Basir untuk berkomunikasi.

“Saat penggeledahan dilakukan pertengahan Juli, dirumah dirut PLN, salah satu bukti elektronik yang disita adalah alat komunikasi yang digunakan dirut PLN. Ya pasti untuk kebutuhan penanganan perkara, informasi relevan kami dalami,” terang Febri.

Sayangnya, Febri belum bisa menjelaskan siapa yang selama ini kerap berkomunikasi dengan Sofyan Basir. Dia hanya mengatakan masih dilakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Namun, Febri tidak menepis adanya pembicaraan antara Sofyan Basir dengan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham.

“yang pasti akan kami dalami ada atau tidak komunikasi antara pihak-pihak tersebut. Kemungkinan pemeriksaan lebih dari satu kali itu pasti ada, kalau dibutuhkan.

Diketahui, skandal PLTU Riau-1 tengah melibatkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang diduga menerima suap senilai Rp. 4,8 miliar dari Johannes B Kotjo untuk mengatur agar Blackgold Natural Resources Limited masuk dalam konsorsium yang melaksanakan proyek PLTU Riau-1, ditengah penunjukkan yang sudah dilakukan PLN kepada PT PJB untuk melaksanakan proyek PLTU Riau-1 tersebut. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar