Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Pertamina Akan Lakukan Pengeboran 14 Sumur di Blok Mahakam

Redaksi CityPost | Kamis,18 Mei 2017 - 09:11:05 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - PT Pertamina (Persero) mengumumkan ada 14 sumur yang akan dilakukan pengeboran di Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Perusahaan minyak dan gas milik BUMN ini mengeluarkan investasi mencapai USD 160 juta untuk proyek tersebut. Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, mengatakan keputusan diambil perusahaan setelah melalui evaluasi nilai keekonomian. Sebelumnya, perseroan mengurangi jumlah pengeboran sumur di Blok Mahakam dari 19 sumur menjadi 8 sumur tahun ini. Alasannya, nilai investasi dan pajak terlampau besar. "Kita drilling akhirnya 14 sumur, bulan Juni dimulai. Site preparation juga sudah dimulai," ujar Syamsu Alam di Jakarta, Rabu (17/5/17). Terkait masalah pajak, Syamsu mengatakan seluruh masalah tersebut sudah selesai. Namun dia enggan menjelaskan lebih lanjut terkait hal itu. "Soal pajak sudah, kita diskusi. Yang menanggung siapa enggak penting lah yang penting sudah selesai," jelasnya. Pajak sebelumnya menjadi masalah karena pengeboran dilakukan Total E&P Indonesie, kontraktor pengoperasian Blok Mahakam saat ini. Bukan sebagai perusahaan penunjang migas (services) atau pihak ketiga yang umumnya melakukan proses pengeboran atas permintaan kontrak dari kontraktor. Sehingga Pertamina harus menanggung beban pajak atas investasi tersebut. Sumur-sumur ini akan dibuka atau dioperasikan pada saat Pertamina resmi menjadi operator, yakni per 1 Januari 2018. Menurut Syamsu, pengeboran pada masa transisi ini sudah melalui persetujuan tim yang terdiri dari PT Total E&P Indonesie, SKK Migas, dan Pertamina. Syamsu menjelaskan, jumlah produksi dari 14 sumur itu ditargetkan bisa lebih dari 1,4 triliun kubik (tcf). "Kalau misalnya sekarang Mahakam bisa maintain sampai 1,4 tcf, mungkin dengan ada sumur tambahan bisa lebih tinggi," ujarnya. Sebagai informasi, Blok Mahakam meliputi lapangan gas Peciko, Tunu, Tambora, Sisi Nubi dan South Mahakam. Selain itu termasuk juga lapangan minyak Bekapai dan Handil. Wilayah Kerja ini memiliki luas 2.738,51 km2 dan terletak di provinsi Kalimantan Timur serta merupakan wilayah kerja onshore dan offshore. WK Mahakam mulai berproduksi pertama kali pada tahun 1974. Rata-rata produksi tahunan WK Mahakam saat ini adalah gas sebesar 1.635 mmscfd (juta kaki kubik per hari) serta minyak bumi sebesar 63.000 bopd (barel oil per hari).   (EKS/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar