Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Pertamina Dukung Polisi Ungkap Penyebab Patahnya Pipa Minyak

AL | Jumat,13 Apr 2018 - 16:35:26 WIB

Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik.foto.ist

Balikpapan, CityPost - Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mendukung penuh proses penegakan hukum yang dilakukan Polda Kalimantan Timur terkait kasus tumpahan minyak dan kebakaran di laut, tepatnya di Teluk Balikpapan, pada Sabtu (31/3/18). Insiden ini menewaskan 5 orang dan mengancam kepunahan biota laut.

"Kami mendukung pengungkapan penyebab patahnhya pipa itu. Kami mendukung penegakan hukum agar masalahnya jadi jelas dan tidak menimbulkan banyak rumor," katanya di Balikpapan, Kamis (12/4/18).

Telah diketahui penyebab insiden tumpahan minyak itu karena pipa bawah laut Pertamina di Teluk Balikpapan putus dan bergeser hingga 120 meter dari posisi awalnya. Pipa itu membentang 3,6 km di bawah laut dan menyalurkan minyak mentah dari Terminal Crude di Lawe-lawe ke Kilang Balikpapan dengan tekanan 167 psi. Banyak isu simpang-siur mengenai penyebab insiden itu, mulai dari minyak berasal dari tumpahan kapal, kebakaran karena minyak dibakar sebagai upaya pembersihan, hingga minyak bukan dari Pertamina.<br />

"Karena itu, biarlah polisi yang mengungkapkan. Kami dukung itu," ujarnya.

Manik juga menjelaskan bahwa pipa pengiriman minyak mentah dari Lawe-lawe ke milik Pertamina yang berada di Teluk Balikpapan itu tidak memiliki teknologi untuk mendeteksi segala hal kejanggalan operasional pipa minyak.

"Terkadang musibahnya yang datang terlebih dahulu. Ke depan perbaikan sistem jadi keharusan. Kita akan lakukan evaluasi,' tuturnya.

Manik juga menyempatkan diri  mengunjungi rumah korban tumpahan minyak, mendiang Imam Nurokhim di Kampung Baru, Balikpapan Barat

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani mengatakan bahwa pipa minyak setebal 12,7 milimeter dan berdiameter 20 inci yang patah itu menjadi satu kunci dari pengungkapan kasus ini.

"Kami akan terus usahakan agar pipa itu bisa diangkat ke permukaan sesuai permintaan penyidik dari tim Laboratorium Forensik Mabes Polri," ujarnya.

Yustan mengakui, pengangkatan pipa yang rencana dikakukan pada Kamis (12/4/18) tidak jadi dilakukan karena alat derek yang akan digunakan belum bisa menjangkau lokasi patahnya pipa.

"Pengangkatan pipa segera kami jadwalkan ulang," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar