Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Perusahaan Bedak Didenda Puluhan Juta Terkait Pemicu Kanker

RWS | Senin,09 Apr 2018 - 13:25:31 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Perusahaan Johnson & Johnson dab Imerys SA saat ini dikabarkan tengah didenda dan harus membayarkannya sebesar $ 37 juta terkait gugatan yang mengklaim bahwa produk tersebut tengah menyebabkan seseorang terkena kanker karena terpapar asbestos yang ada dalam produk berbasis bedak bayi Johnson tersebut.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan juri pengadilan negeri dinegara bagian New Jersey pada kamis lalu. Keputusan yang diambil oleh para Juri New Brunswick, New Jersey muncul pada sidang pengadilan kedua dalam skala nasional yang berpusat pada Klaim produk-produk bedak Johnson & Johnson yang mengandung asbestos saat perusahaan itu secara terpisah berusaha untuk menghadapi ribuan kasus yang mengklaim produk bedak itu dapat menyebabkan kanker rahim.

Kabarnya keputusan itu diambil setelah sebuah gugatan diajukan oleh Stephen Lanzo yang sebelumnya menduga dia menderita kanker Mesothelioma pasca menghirup debu yang timbul akibat penggunaan bedak Johnson & Johnson secara reguler sejak ia dilahirkan pada 1972.

Diketahui, Mesothelioma merupakan sebuah penyakit kanker mematikan yang terkait erat dengan paparan pada asbetos. Kanker ini menyerang jaringan tipis yang melapisi rongga-rongga tubuh, paling sering disekitar paru-paru, namun juga dibagian perut dan tempat lainnya.

Kemudian juri mengabulkan gugatan tersebut sebesar $ 30 juta dan istrinya $ 7 juta. Menurut Juri pihaknya menemukan bahwa Johson & Johnson bertanggungjawab atas 70 persen dari kerugian dan Imerys, pemasok bedak bertanggungjawab atas 30 persennya. Seperti yang dilansir melalui laporan Voice of America.

Dikabarkan, juri akan kembali bersidang pada Selasa pekan depan, untuk menentukan apakah juri harus mengabulkan gugatan yang terkait kerugian atau tidak. Hal itu seperti yang dilansir melalui pemberitaan pengadilan yang disiarkan oleh Courtroom View Network.

Sementara itu, pihak Johnson & Johnson sendiri membantah semua tudingan tersebut dan menyatakan bedak bayi Johnson sudah dipasarkan sejak 1894 dan tidak mengandung asbestos atau tidak pernah menjadi pemicu kanker mesothelioma atau kanker rahim.

“meskipun kami kecewa dengan keputusan ini, juri masih harus bermusyawarah dalam peradilan ini dan kami tidak akan berkomentar lebih jauh lagi hingga kasus ini diselesaikan secara penuh,” tegas pihak Johnson & Johnson dalam sebuah pernyataan mereka. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar