Jakarta, Indonesia | Thursday, 19-07-2018

NEWS UPDATE

Petani Mataram Belum Mau Terima Bantuan Mesin Panen

AL | Rabu,13 Sept 2017 - 16:22:27 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Mataram, CityPost - Petani di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) belum mau menerima tiga unit mesin panen padi atau combine harvester dengan ukuran besar yang merupakan bantuan dari pemerintah sejak awal tahun 2017.

"Kami sudah tawarkan kepada beberapa kelompok tani tapi hingga kini belum ada yang mau menerima bantuan mesin panen padi tersebut," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli, di Mataram, Rabu (13/9/17).

Menurut Mutawali, petani tidak mau menerima mesin tersebut lantaran ukurannya  sangat besar hampir sebesar mobil panser, sehingga biaya operasionalnya juga pasti besar. Selain itu, kondisi lahan pertanian di Kota Mataram kecil-kecil, sehingga jika menggunakan mesin panen padi berukuran besar itu dapat merusak pematang sawah mereka.

"Karena itulah, kami akan menggelar rapat terkait untuk membahas tiga bantuan mesin panen padi tersebut, agar dapat dimanfaatkan," imbuhnya.

Mutawalli mengatakan, setiap tahun pihaknya mengusulkan berbagai peralatan kebutuhan pertanian untuk meningkatkan produksi. Namun, bantuan yang diusulkan adalah mesin panen padi ukuran kecil dan medium yang sudah diterima dan telah didistribusikan awal tahun 2017.

"Petani kota memang lebih memilih menggunakan mesin panen padi berukuran kecil dan medium sehingga jika ada bantuan menjadi rebutan, jelasnya.

Mengenai pemanfaatan tiga unit bantuan mesin panen padi ukuran besar tersebut, Mutawali menuturkan, akan diterapkan kebijakan bahwa mesin itu dikelola oleh Dinas Pertanian. Artinya, apabila ke depan ada petani yang membutuhkan mesin itu, mereka bisa mengajukan pinjaman ke Distan dengan konsekuensi menanggung biaya operasional termasuk biaya angkut ke lokasi sawah petani.

"Kebijakan itu kami ambil dengan pertimbangan, khawatir juga apabila bantuan itu diserahkan sepenuhnya ke petani karena belum tentu petani bisa merawat kendaraan tersebut," tuturnya.

Mutawali menambahkan, penggunaan mesin panen padi di Kota Mataram dinilai petani lebih efektif dan efisien, karena petani selama ini kesulitan untuk mencari buruh saat panen.

"Kalaupun ada, buruhnya pasti dari luar Kota Mataram dan biayanya cukup mahal," katanya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar