Jakarta, Indonesia | Monday, 24-09-2018

NEWS UPDATE

PKS : Praktik Rentenir Dilarang Dalam Penyelenggaraan Haji

GRY | Rabu,23 Agus 2017 - 18:30:01 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Iskan Qolba Lubis.foto.ist

Jakarta, CityPost - Politikus Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis menyampaikan bahwa tim pengawasan haji DPR RI di sektor 5 Kota Mekah, Arab Saudi, saat sidak menemukan terjadinya praktik rentenir terhadap jemaah haji yang akan menukarkan uang Riyal.

"Kami kaget, ternyata selama ini terjadi praktik rentenir bagi jemaah haji yang ingin menukarkan uang Riyal. Kasus itu terjadi di kloter 47 JKS, yang ingin menukarkan uang Riyal pecahan 500. Untuk satu pecahan saja terkena potongan 80 Riyal, berarti kalau tiga pecahan akan terpotong 240 Riyal," kata Iskan, di Jakarta, Rabu, (23/8/17).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini mengungkapkan, praktik rentenir itu juga terjadi di embarkasi lainnya. Seperti yang terjadi di embarkasi Medan, sesuai pengakuan salah seorang jemaah. Menurutnya, praktik tersebut disinyalir sepengetahuan petugas embarkasi. 

"Penukaran pecahan 500 hanya menerima 450 Riyal. Bahkan praktik semacam itu disinyalir atas sepengetahuan petugas di embarkasi tersebut," ujarnya.

Iskan menegaskan, praktik rentenir tidak diperbolehkan apalagi dalam penyelenggaraan haji, selain dilarang agama karena bersifat ribawi, juga sangat menzalimi jemaah haji sendiri. Atas dasar itu, Komisi VIII DPR akan meminta Bank Indonesia untuk menyiapkan pecahan 100 Riyal, sehingga memudahkan jemaah haji menukarkan uangnya. Selain itu, DPR akan meminta Kementerian Agama melakukan investigasi di semua embarkasi sekaligus menindak para oknum pelaku.

"Dalam sidak juga ditemukan beberapa kekurangan pelayanan terhadap jemaah haji, seperti kasus makanan basi di Madinah dengan jumlah yang sangat banyak, sekitar 6.400 kotak nasi. Kasus basinya makanan jemaah haji dalam jumlah banyak menandakan lemahnya pengawasan makanan yang akan disajikan," katanya. (GRY/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar