Jakarta, Indonesia | Tuesday, 22-01-2019

NEWS UPDATE

PLN Tunggu Arahan Pemerintah Naikan Tarif Listrik

MAR | Jumat,05 Okt 2018 - 12:43:42 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Harga minyak mentah dunia terus melonjak naik, pada Kamis (4/10/18) kemarin, harga minyak jenis Brent meningkat hingga 2 persen atau USD 1,49 menjadi USD 86,29 per barel. Ini merupakan harga tertinggi sejak 20 Oktober 2014 lalu. Sementara untuk minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 1,6 persen atau USD 1,18, menjadi USD 76,41 per barel.

Hal ini tentu membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus putar otak demi menyesuaikan tarif layanan demi menstabilkan ekonomi negara. Salah satunya, PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN) sebagai pemasok listrik di seluruh nusantara. Humas PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN) Agus Trimukti mengatakan, penyesuaian tarif dasar listrik (TDL) terhadap penguatan harga minyak mentah dunia menunggu instruksi pemerintah melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR).

"Kenaikan listrik yang menentukan naik atau tidaknya itu adalah pemerintah atas persetujuan DPR," ujar Agus, Jumat (5/10/1). 

Agus menerangkan, PLN hanya bertindak sebagai operator, PLN tidak memiliki wewenang untuk menentukan TDL, jadi, PLN akan menyesuaikan TDL jika sudah ada perintah dari pemerintah. 

Agus juga tak menampik kalau nantinya ada selisih antara biaya produksi listrik terhadap anggaran belanja minyak mentah. Ia mengatakan, selisih biaya tersebut akan ditanggung pemerintah atau yang lebih dikenal dengan sebutan subsidi.
 
"Jadi PLN hanya menjalankan saja, atau sebagai operator. Kekurangan biaya produksi nanti akan disubsidi oleh pemerintah,' terangnya

Sebelumnya, Reuters melaporkan, melonjaknya harga minyak mentah dunia diakibatkan sentimen menghilangnya pasokan minyak dunia di Iran. Padahal, cadangan minyak AS tengah mengalami kenaikan. 

Energy Information Administration merilis, persediaan minyak mentah AS bertambah sebanyak 8 juta barel minggu lalu. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Maret 2017. (MAR/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar