Jakarta, Indonesia | Monday, 21-05-2018

NEWS UPDATE

Plt. Bupati Lamteng Sambangi Keluarga Mimin dan Jiyah

Hen | Senin,16 Apr 2018 - 21:41:22 WIB

Foto ist/WE

Lamteng, CityPost - Setelah viral pemberitaannya di media cetak, TV, online, dan medsos, Plt. Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto didampingi Sekkab Adi Erlansyah menyambangi kediaman pasutri Mimin Sudarto (50) dan Jiyah (46), warga RT 074/RW 037, Dusun Gajah Timur IV, Kampung Kotagajah Timur, Kecamatan Kotagajah, yang mengalami gangguan jiwa, kemarin.

Selain memberikan bantuan, Loekman yang mengaku prihatin juga memberikan nasihat kepada Mimin dan Jiyah agar mengizinkan anaknya Reno Anwar (8) untuk sekolah.

Sebagai kepala daerah, Loekman mengaku, bahwa pemerintah daerah malu dengan adanya pemberitaan ini. “Malu Pemkab Lamteng dengan adanya pemberitaan ini. Apalagi saya sebagai kepala daerah. Seolah-olah pemerintah daerah tidak peduli. Jadi kalau ada yang seperti ini, segera informasikan, jangan dicuekin. Media juga jangan langsung men-judge pemerintah tak peduli,” katanya di hadapan warga yang hadir.

Kepada Mimin dan Jiyah, Loekman minta jangan melarang Reno sekolah. “Jangan dilarang-larang sekolah. Nanti kalau nggak sekolah nggak bisa baca tulis, mau jadi apa nanti? Reno juga harus rajin belajar biar pintar. Ini nanti dibuatkan rumah dinas oleh warga secara bergotong-royong, rumah yang sehat,” ujarnya.

Kepada Mimin, Loekman juga meminta agar jangan cengkilingan (main pukul-red) dan minum tuak. “Mimin, jangan cengkilingan, nanti ditangkap polisi. Jangan juga minum tuak, nanti ditangkap. Daripada minum tuak, lebih baik minum Baygon,” ingatnya sambil bercanda.
 
Terkait lambatnya penanganan ini, Loekman mengatakan, informasi yang diterima dari aparat kampung lambat. “Informasinya lambat,
informasi lengkap nggak dapat, bahwa keluarga ini kurang mampu. Makanya dapat PKH dan Rastra. Kalau gangguan mentalnya yang sering kambuh-kambuhan ini nggak dapat. Reno harus disekolahkan, jangan dilarang-larang,” ungkapnya kepada awak media.

Sedangkan Camat Kotagajah, Muliawan menyampaikan, bahwa keluarga Mimin sudah mendapatkan PKH sejak 2015. “Sudah dapat PKH sejak 2015, kalau Rastra baru 2018. Kita juga akan membangun rumah Mimin dengan batako yang dicetak warga. Pendanaannya diperoleh dari para donatur. Pada Minggu ini akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunannya,” ungkapnya.

Masalah pendidikan Reno, kata Muliawan, sudah koordinasi dengan UPTD Pendidikan. “Pendidikan Reno jadi perhatian kita. Kita sudah koordinasi dengan UPTD Pendidikan,” katanya.

Sementara Kakam Kotagajah Timur, Ismail menyatakan, gagasan membangun rumah Mimin ini datang dari Linmas. “Ini gagasan Linmas membangun rumah Mimin. Hingga hari ini sudah ada bantuan Rp18 jutaan yang diperoleh dari para dermawan. Selain rumah Mimin, ada dua rumah lagi yang akan dibantu pembangunannya,” ungkapnya.

Ketika ditanya, Reno mengatakan bercita-cita ingin jadi polisi. “Mau jadi polisi,” ucapnya polos.(Hen/bs/is/ist-we)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar