Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Polda Metro Ringkus Sindikat Pembobol Nasabah Kartu Kredit

AL | Senin,09 Apr 2018 - 13:35:29 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Anggota Polda Metro Jaya berhasil meringkus empat orang yang diduga sindikat pembobol nasabah kartu kredit salah satu bank swasta nasional dengan modus jual beli data. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan, keempat tersangka itu berasal dari Sumatera Selatan yaitu MN, AS, AN dan RP.

"Pelaku membeli data nasabah melalui situs database marketing," katanya di Jakarta, Minggu (8/4/18).

Argo menjelaskan, terungkapnya kelompok kejahatan perbankan itu berawal ketika tim Opsnal Unit 2 Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menerima laporan pembobolan dana kartu kredit nasabah bank swasta pada Januari 2018. Kemudian, Tim Opsnal dan informasi teknologi (IT) Unit 2 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pimpinan Kom Pol Ari Cahya menyelidiki kejahatan tersebut. Akhirnya petugas berhasil menangkap tersangka AS dan NM yang memiliki peranan berbeda terkait kasus pembobolan kartu kredit nasabah bank itu.<br />

Polisi menduga Nelson bersama AN dan RP  membeli database kartu kredit melalui situs database marketing, lalu menseleksi data nasabah bank yang masih aktif. Kemudian, melalui database itu, NM menghubungi pusat penerangan bank untuk meminta pihak bank mengubah nomor telepon selular dan alamat surat elektronik (email) agar membuat kartu kredit baru. Setelah itu, NM meminta pihak bank mengirimkan kartu kredit baru ke alamat rumah yang telah ditentukan pelaku AS. Setelah menerima kartu kredit baru, para pelaku bertransaksi secara online seperti melalui Game On, Dokudoku dan qlapa.com bahkan tarik tunai.

Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik, para pelaku telah membobol 20 orang nasabah bank dengan total kerugian ratusan juta rupiah dengan menggunakan 78 nomor telepon selular untuk menghubungi bank. Argo menuturkan, petugas juga menemukan sepucuk senjata api revolver rakitan dan empat butir peluru kaliber 55,6 mm yang dibawa RP saat menggeledah rumah AS di Perumahan Bukit Sejahtera Polygon Blok CY 21 Palembang, Sumatera Selatan. Selain itu, petugas juga menyita 10 unit telepon selular, kartu kredit dan buku tabungan milik sejumlah nasabah bank swasta maupun pemerintah, serta uang tunai Rp 3 juta.<br />

"Saat ini anggota Polda Metro Jaya memburu penjual database, memblokir website database dan rekening penampung yang digunakan,' ujar Argo. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar