Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Polri Akan Investigasi Travel Umrah Bodong Lebih Dalam

GRY | Senin,02 Apr 2018 - 16:05:37 WIB

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin.foto.ist

Jakarta, CityPost - Polri akan melakukan investigasi Kementerian Agama terkait maraknya biro travel umrah bodong yang menipu hingga ratusan ribu calon jama`ah, seperti Abu Tour.

"Ya harus diinvestigasi sampai ke sana supaya ini jangan terulang terus," kata Wakapolri Komjen Pol Syafruddin di Kantor Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (2/4/18).

Menurut Syafruddin, travel umrah bermasalah ini sangat menghambat dan merugikan para jama`ah, karena itulah Polri bergerak dalam porsi penegakan hukum, misalnya pada kasus First Travel yang sudah sampai pengadilan. Selain itu, proses perizinan perlu digali lebih dalam sehingga diketahui permasalahan dalam proses tersebut.

"Bareskrim Polri dan jajaran yang tangani kasus penipuan ini betul-betul investigasi sampai ke perijinannya jangan berhenti kepada perusahannnya. Yang berikan izin itu siapa," ujarnya.

Syafruddin yang merupakan Wakil Ketua Umum DMI itu mengaku tidak ingin menilai bagaimana proses perizinan yang diberikan oleh Kementerian Agama terlebih dahulu. Namun, ia menegaskan Polri akan memeriksa hal tersebut. 

"Saya enggak mau menilai itu, tapi perizinannya harus iinvestigasi supaya tidak terulang, ini banyak sekali korban," katanya.

Kasus penipuan calon jama`ah umrah yang marak belakangan ini adalah Kasus Abu Tour di Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel telah menyita aset Abu Tour yang nilainya miliaran rupiah.

Penyidik Polda Sulsel juga telah menetapkan pimpinan travel Abu Tour, HM, sebagai tersangka pada Jum`at (23/3/18). Sebab, perusahaan yang bergerak di bidang travel umrah itu tidak mampu memberangkatkan sekitar 86.720 orang jama`ah ke Arab Saudi.

Total kerugian para jamaah umrah yang jumlahnya sebanyak 86.720 orang itu diperkirakan lebih dari Rp 1,4 triliun. Ini sesuai dengan besaran dana yang masuk dari setiap jamaah.

Atas ketidakmampuan dari pihak Abu Tour dalam memberangkatkan jama`ah umrah ini, penyidik menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta Pasal 45 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Adapun ancaman hukuman untuk tersangka adalah pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Syafruddin memastikan, Polri akan berupaya melakukan investigasi terkait semua aspek yang berkaitan dengan travel umrah bermasalah ini.

"Bukan hanya Abu Tour, travel lain yang bermasalah juga akan diselidiki hingga ke proses perizinannya," tegasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar