Jakarta, Indonesia | Wednesday, 17-10-2018

NEWS UPDATE

PP MPI Ingin Turunkan Atlet TNI di ASIAN Games 2018

AL | Senin,13 Nov 2017 - 19:28:52 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) mengincar atlet dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk diturunkan pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Modern pentathlon merupakan olahraga yang mempertandingkan lima cabang olahraga (cabor) yaitu renang, menembak, anggar, berkuda dan lari.

Ketua Umum PP MPI Anthony C Sunarjo menilai TNI banyak memiliki kemampuan dalam melakukan modern pentathlon. 

"Pertimbangannya adalah atlet dari TNI memiliki bekal yang cukup komplit. Selain cukup bagus di renang dan lari, umumnya mereka sudah terbiasa menembak. Begitu juga dengan anggar dan berkuda," katanya kepada awak media di Jakarta, Senin (13/11/17).

Menurut Anthony, salah satu cara untuk mencari atlet potensial adalah melalui pertandingan ujicoba Asian Games 2018 wilayah Depok, Jawa Barat pada 11-12 November yang diikuti 21 peserta putra dan putri yang delapan di antaranya adalah anggota TNI.

"MPI akan terus memaksimalkan peran termasuk dalam memperbanyak ujicoba demi mendapatkan atlet yang layak untuk diturunkan dalam Asian Games 2018, Apalagi pelaksanaan kejuaraan ini sudah dekat," tuturnya.

Anthony menjelaskan lokasi pertandingan ujicoba Asian Games 2018 untuk cabor renang menggunakan kolam renang Hotel Bumi Wiyata Depok, cabor anggar di Mall Depok, kemudian untuk berkuda dan menembak dilakukan di Arthayasa Stable Depok. Untuk cabor lari kedepannya akan berlangsung di tempat yang sama dengan cabor berkuda dan menembak. Ia menambahkan kesiapan lokasi disimulasikan dari ujicoba yang juga dihadiri oleh technical delegate modern pentathlon asal Korea Selatan, Dongkook Chung.

"Jika mengacu pada peraturan internasional, semua pertandingan digelar di tempat yang sama sehingga tidak buang-buang waktu untuk perpindahan satu olahraga ke olahraga lain. Untuk saat ini memang masih ada kekurangan yang harus secepatnya dipenuhi," ujarnya.

Selain lokasi atau sarana dan prasarana yang belum maksimal, Athony menyebut beberapa hal yang secepatnya harus dipenuhi yaitu terkait dengan wasit dan juri. Karena itulah, pihaknya mendatangkan instruktur asal Jerman, Bernhard Petruchinski untuk memaksimalkan wasit dan juri lokal.

"Kami berharap dengan digelarnya ujicoba ini memberi dampak positif terhadap perkembangan modern pentathlon di Indonesia. Terkait dengan atlet untuk Asian Games, hingga saat ini kami belum menetapkannya," pungkasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar