Jakarta, Indonesia | Friday, 21-09-2018

NEWS UPDATE

PPP Ajukan Syarat Cawapres Pendamping Jokowi di Pilpres 2019

AL | Selasa,13 Mar 2018 - 11:45:50 WIB

Ketua Umum PPP M Romahurmuziy.foto.ist

Jakarta, CityPost - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengajukan lima syarat untuk calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden 2019.

"Soal cawapres, pandangan PPP didasarkan pada analisis kebutuhan Pak Jokowi," kata Ketua Umum PPP M Romahurmuziy dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (13/3/18)

Menurut Rommy, Jokowi membutuhkan figur cawapres yang mampu mengawal narasi besar NKRI yang dibangun atas nasionalisme dan agama, di mana hubungan agama dan kekuasaan berjalan seiring dan seimbang.
Sejak Bung Karno-Bung Hatta, kepemimpinan nasional selalu merefleksikan dua narasi besar ini.

"Pada era reformasi ada Gus Dur-Mega, Mega-Hamzah, SBY-JK, dan Jokowi-JK. Itu menunjukkan bahwa dwi tunggal narasi ini tak terpisahkan," ujarnya.

Rommy menyebutkan, syarat kedua yang diminta Jokowi adalah figur agamis butuh yang mampu mengurangi ujaran kebencian bernuansa SARA karena lawan-lawan politiknya masih selalu melabeli Jokowi dengan merek anti-islam.

"Figur seagamis apa pun memang tidak akan serta-merta menghilangkan ujaran kebencian, tapi setidaknya akan mengurangi. Syaratnya figur pendamping tersebut memang memiliki nuansa agamis yang asli dan kuat. Jangan figur nonagamis yang diagamiskan," tuturnya.

Selain Figur agamis, Rommy menambahkan bahwa Jokowi Juga perlu figur yang memahami kaum milenial. Mengingat 39 persen pemilih pada 2019 berusia di bawah 40 tahun maka cawapres dari kalangan muda menjadi sangat diperlukan, karena mereka memiliki selera, `gimmick`, dan gaya komunikasi yang berbeda dengan generasi `baby boomers`.

Syarat keempat, Jokowi perlu figur yang memiliki pengalaman dan kompetensi intelektual menghadapi disrupsi ekonomi, transformasi digital dan persaingan di era Revolusi Industri. Rommy mengatakan, figur populis belaka, nirkapasitas, akan menjadi persoalan jika nantinya terpilih, pengalaman intelektual mengelola jabatan publik baik di eksekutif atau legislatif menjadi perlu.

Syarat kelima, Jokowi membutuhkan figur yang dapat memberi sumbangan elektabilitas meskipun tidak mutlak mengingat elektabilitas Jokowi yang sudah cukup tinggi serta mesin partai-partai pengusung yang cukup banyak meniscayakan pergerakan lapangan lebih leluasa.

Rommy menambhakan, diatas segala kebutuhan tersebut, yang terpenting adalah Jokowi harus diwakili orang yang membuat dia merasa nyaman dan bisa mengikuti irama kerjanya.

"Nah, yang terakhir ini sudah soal nasib karena bisa diterima atau tidak adalah soal hati. Betapapun ia memenuhi kriteria, kalau Pak Jokowi nggak sehati, bagaimana bisa mendampingi? Maka saya sebut, dalam pandangan PPP ada lima syarat dan satu hati," tutupnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar