Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Prabowo Minta Kader Waspadai Ekonomi Neolib

RWS | Senin,02 Apr 2018 - 15:08:18 WIB

Ketum Gerindra, Prabowo Subianto/ foto ist.

Jakarta, CityPost – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melayangkan kritis pedasnya kepada pemerintahan Jokowi dan JK terkait kewaspadaan terhadap adanya ekonomi neolib yang erat keberpihakan terhadap pihak asing.

“apa arti demokrasi, politik, kalau kita buka buku fakultas politik ada definisi arti politik yakni kehendak memperbaiki kehidupan masyarakat. Bagi saya kalau kita harus memilih kepentingan rakyat dan bangsa asing tidak boleh netral. Tidak ada netral, kita harus berpihak pada bangsa kita sendiri,” tegas Prabowo saat melakukan safari politik di Depok pada Minggu (1/4) dihadapan kader-kader dan simpatisannya.

Prabowo menilai, selama Indonesia merdeka, kekayaan alam tidak tinggal dibangsa sendiri. Dia juga menyatakan elit Indonesia kurang waspada selama ini.

“Kita bangsa kurang waspada, terutama elit kita, terus terang saja minta ampun deh, gue udah kapok sama elit Indonesia. Ya, saya juga elit, saya elit yang sudah tobat,” tukasnya.

Selain itu juga, Prabowo sempat menyinggung adanya ekonomi neoliberal yang menurutnya keliru dan terbukti telah gagal hingga tidak bisa memberikan kemakmuran kepada rakyatnya.

“Pada tahun 2004 saya sudah bilang, tapi tidak didengar. Saya dulu neolib juga, saya dulu percaya dengan neolib, orde baru diujungnya juga neolib, yang kaya hanya segelintir enggak apa-apa, karena nanti menurut teori neolib, kekayaannya yang satu persen akan menetes kebawah,” terangnya.

Kendati demikian Prabowo menyebutkan kapan menetes kebawahnya sedangkan ahli ekonomi di Barat mengatakan iya nanti sesudah kita mati semua.

“masalahnya adalah tokoh barat juga mengkritik, menetes kebawahnya kapan, sedang ahli ekonomi di Barat mengatakan iya nanti sesudah kita mati semua. Alias tidak ada menetes kebawah. Orang kalau sudah kaya raya pinginnya kaya lagi, ini menyengsarakan rakyat,” tegas Prabowo. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar