Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

Putra Pm Israel Diselidiki Polisi Terkait Korupsi

RWS | Selasa,27 Mar 2018 - 10:34:18 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu/ foto ist.

CityPost – Dugaan skandal Korupsi yang mendera Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ini terus bergulir dan menjadi perhatian pihak kepolisian, bahkan keterlibatan istri dan putran menjadi bagian dari penyelidikan polisi yang menangani perkara tersebut.

Ditengarai, kasus korupsi yang melibatkan perusahaan telekomunikasi raksasa di negara tersebut menjadi skandal penderat Netanyahu dalam karir politiknya selama berkuasa.

Disebutkan, Netanyahu tengah dicurigai mempromosikan peraturan senilai ratusan juta dolar kepada perusahaan telekomunikasi Bezeq dan sebagai imbalan, situs berita populer Bezeq, Walla dituding telah memberikan liputan yang menguntungkan Netanyahu dan keluarganya.

Melansir keterangan polisi, mereka melakukan initerogasi selama beberapa jam tanpa menjelaskan rinciannya. Disebutkan Netanyahu memegang portofolio komunikasi yang kuat pada saat kesepakatan terjadi.

Sementara itu, mantan juru bicara keluarga, mantan Direktur Kementerian Komunikasi dikabarkan telah menyetujui untuk bersaksi melawan perdana menteri dengan imbalan kekebalan hukum.

Sementara itu, Harian Israel Yediot Ahronot tengah melaporkan bahwa polisi akan mempertanyakan Netanyahu atas tuduhan jubir keluarga lama Nir Hefetz. Selain itu, Surat Kabar Haaretz menyebutkan dia akan mengirimkan rekaman Netanyahu dan istrinya sebagai bagian dari kesepakatan polisi.

Kabarnya polisi sendiri telah sampai dikediaman Netanyahu pada Senin (26/3) pagi dan memerikas istrinya Sara dan putranya Yair. Mereka diinterogasi dikediaman mereka untuk yang pertama kalinya dalam kasus tersebut.

Diketahui saat ini polisi Israel mendakwa Netanyahu dengan tuduhan penyuapan, penipuan dan pelanggaran kepercayaan dalam dua kasus yang terpisah. Dia diduga menerima hadiah mewah dari rekan-rekan miliader dan berjanji akan mempromosikan undang-undang untuk membantu surat kabar utama Israel dalam melawan saingan bebasnya dengan imbalan liputan yang menguntungkan. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar