Jakarta, Indonesia | Tuesday, 22-05-2018

NEWS UPDATE

Ratusan Benda ilegal Disita Usai Razia Dua Rutan di Surabaya

AL | Selasa,17 Apr 2018 - 08:39:08 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Sidoarjo, CityPost - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54, sebanyak 75 petugas melakukan razia di dua rumah tahanan (rutan) yakni Rutan Kelas I Surabaya dan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, di Medaeng Sidoarjo pada Senin (16/4/18) malam.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Surabaya Mahendra Sulaksana mengatakan, seelah melakukan razia selama 1 jam, petugas berhasol mengamankan ratusan benda ilegal mulai dari kabel, garpu, pamanas air, gunting, gergaji hingga obat berlabel biru dan merah (keras). Sedangkan di Rutan Perempuan, petugas juga mengamankan benda-benda yang jenisnya hampir sama.

"Kami hanya mengijinkan obat yang disediakan klinik. Selain itu, meski obat-obatan ini tergolong legal di pasaran, namun kerap disalahgunakan," ujarnya.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Bambang Haryanto mengatakan, pihaknya sengaja melakukan penggeledahan pada malam hari supaya suasana lebih kondusif.

"Apalagi, sasaran malam ini adalah blok F, tempat 129 tahanan khusus narkoba. Karena kalau siang, masih ada yang harus ikut sidang. Sementara itu, tim kedua menggeledah blok khusus perempuan," katanya.

Bambang menambahkan, kondisi rutan yang penuh sesak lebih dari 2.700 tahanan dan narapidana membuat petugas harus hati-hati agar tidak menimbulkan keributan.

"Jika terlalu arogan dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan antara penghuni dan petugas," imbuhnya.

Karena itulah, Bambang meminta petugas untuk menggunakan pendekatan yang manusiawi agar tidak menimbulkan gejolak.

"Karena jika sampai terjadi, akibatnya akan fatal. Meskipun sifatnya penertiban, petugas tidak boleh arogan," tuturnya.

Bambang mengatakan, pelaksanaan razia ini juga diberitahukan beberapa menit sebelum dilaksanakan dengan tujuan supaya tidak bocor

"Blok mana yang akan dirazia, baru diberitahu saat apel beberapa menit menjelang razia dilakukan. Sengaja kami bagi dua tim, agar cepat," jelasnya.

Bambang menuturkan, operasi di Rutan tak hanya dilakukan saat momen-momen tertentu, operasi rutin juga dilakukan setiap seminggu sekali, masing-masing blok pasti mendapat giliran dirazia dengan pemilihan secara acak.

"Hal ini sekaligus sebagai jawaban bahwa tidak pernah pilih kasih terhadap para penghuni," pungkasnya.

Bambang mengungkapkan, nantinya benda-benda ilegal itu akan dimusnahkan secara serempak pada momen peringatan puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan yang rencananya diperingati pada 27 April 2018. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar