Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Rektor UGM Tegaskan Sardjito Pantas Dapat Gelar Pahlawan Nas

AL | Rabu,28 Feb 2018 - 17:28:25 WIB

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Panut Mulyono.foto.ist

Jakarta, CityPost - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Panut Mulyono menegaskan bawa mendiang Profesor Sardjito sangat pantas mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. 

"Selama hidupnya Profesor Sardjito sagat gigih dalam memperjuangkan dan mengabdi kepada masyarakat dengan meneliti endemik penyakit di Yogyakarta," katanya di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (27/2/18).

Panut menceritakan, Profesor Sardjito dulu sempat memindahkan virus yang berada di Bandung ke Klaten untuk penelitiannya, dalam perjalanan ke Klaten,  ia khawatir virus tersebut akan disita atau bahkan bakterinya mati dan menyebar. Akhirnya, Sardjito menyuntikkan virus tersebut ke tubuh kerbau pada hati kerbau itu. Sehingga, kerbau tersebutlah yang diboyong oleh Sardjito ke Klaten.

"Strategi yang kreatif itulah yang sangat kita hargai dan menginspirasi kami yang muda-muda untuk gigih dalam berjuang," ujarnya.

Panut mengungkapkan, selain UGM, banyak pihak yang mendukung penyematan Profesor Sardjito sebagai pahlawan nasional yang telah berupaya untuk menyiapkan berkas dan bukti ilmiah. Dia berharap, pemerintah bisa menyetujui permintaan tersebut sehingga kisah juang Profesor Sardjito bisa diketahui masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Sardjito lahir yang di Magetan Jawa Timur 13 Agustus 1889 meninggal menggal dunia 5 Mei 1970 dalam usia 80 tahun. Sarjito adalah dokter yang menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Pada masa perang kemerdekaan, ia ikut serta dalam proses pemindahan Institut Pasteur di Bandung ke Klaten. Selanjutnya ia menjadi Presiden Universiteit (sekarang disebut Rektor) Universitas Gadjah Mada yang pertama dari awal berdirinya UGM tahun 1949 sampai 1961. Namanya kini diabadikan sebagai nama rumah sakit daerah di Yogjakarta yaitu Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar