Jakarta, Indonesia | Friday, 14-12-2018

NEWS UPDATE

Reseller Polisikan Terkomsel Usai Deposito Ratusan Juta Raib

RWS | Kamis,09 Agus 2018 - 09:29:51 WIB

Agen Pulsa Laporkan Telkomsel ke Bareskrim Polri/foto ist

Jakarta, CityPost – Seorang Agen Pulsa bernama Winardi Budiarto saat ini dikabarkan tengah melaporkan pihak PT Telkomsel ke Bareskrim Polri usai dana depositonya sebesar Rp. 200 juta raib tanpa sebab yang jelas.

Disampaikan, dana deposito itu terdiri dari pecahan Rp. 100 ribu dan Rp. 50 ribu. Menurut Budiarto, sebelum melaporkan hal itu kepihak berwajib, dia sempat melaporkannya ke pihak Telkomsel regional Jakarta Timur, namun tanggapannya dianggap lamban dan akhirnya membawa permasalahan itu kepihak kepolisian.

Sementara itu, seperti yang dilansir melalui vivanews, pihak Telkomsel sendiri saat dikonfirmasi awak media menyebutkan bahwa pihaknya belum mengetahui dengan pasti terkait apa penyebab hilangnya deposito milik resellernya.

GM External Communication PT. Telkomsel Deni Abidin mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan data dan pendalaman informasi denga unit terkait.

Deni memastikan pihak Telkomsel akan terus menjaga keamanan dan kenyamanan dari mitra kerja dan pelanggan. Telkomsel juga akan melakukan pengecekan dan pemutakhiran pengamanan sistem elektronik.

“Senantiasa konsisten dilakukan selama ini,” ujarnya.

Menanggapi laporan Budiarto, Telkomsel sendiri mengaku menghormati dan akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan di Bareskrim Polri. Disebutkan laporan polisi terhadap Terkomsel didaftar dengan nomor LP/B/968/VIII/2018/Bareskrim tertanggal 7 Agustus 2018.

Sementara itu pihak Budiarto melalui kuasa hukumnya Ira Lestari mengatakan Telkomsel harus bertanggungjawab atas kerugian yang diderita kliennya.

“kami ingin pertanggungjawaban dari Telkomsel. Ingin tahu siapa dalang dibalik ini,” terang Ira.

Ira juga menyebutkan deposito yang hilang tidak hanya dialami kliennya, Budiarto melainkan ada enam distributor lain yang mengalami kerugian dengan nilai sebesar Rp. 400 juta. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar