Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Reuni 212 Dinilai Bisa Jadi `Role Model`

AL | Senin,03 Des 2018 - 15:55:48 WIB

Peserta aksi reuni 212 memadati kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (2/12/18).foto.ist


Jakarta, CityPost - Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai proses perencanaan dan pelaksanaan Reuni 212 bisa menjadi `role model` dalam mengelola serta mengumpulkan masyarakat di satu tempat terbuka.

"Baik dalam bentuk reuni seperti ini ke depan, silahturahmi politik, konser, perayaan pergantian akhir tahun, penyampaian aspirasi dan sebagainya yang mengikutsertakan anggota masyarakat dalam jumlah banyak," kata Emrus dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (3/12/18).

Menurut Emrus, pelaksanaan Reuni 212 pada Minggu (2/12/18) kemarin berlangsung baik, tertib, aman, dan teratur, sekalipun diikuti oleh banyak peserta. Emrus menuturkan, pengelolaan yang baik tersebut tidak lepas dari kerja sama sangat produktif antara panitia dengan berbagai pihak terkait, terutama dengan aparat keamanan (kepolisian), pemerintah daerah dan media massa

"Jadi, setidaknya ada empat unsur penting sehingga pelaksanaan Reuni 212 berjalan lancar, yaitu pantia, aparat keamanan, pemerintah daerah dan media massa," ujarnya.

Emrus menuturkan, keempat unsur tersebut telah melakukan relasi kesetaraaan, kebersamaan, saling memahami serta saling menghormati tugas pokok dan fungsi (tupoksi) antara satu dengan lain, sehingga tidak terjadi semacam ego sektoral yang tidak penting di antara mereka.

"Karena itu saya berpendapat, pelaksanaan Reuni 212 ini sangat pentas menjadi <em>role model </em>ke depan ketika sekelompok masyarakat, utamanya yang mengikutsertakan banyak orang dalam berbagai kemasan acara yang dilakukan di ruang-ruang terbuka, termasuk dalam penyampaian aspirasi kepada pemerintah maupun kepada lembaga legislatif," paparnya.

Untuk itu, Emrus menyarankan kepada KPU, Bawaslu, para aktor politik, partai politik, panitia Reuni 212 dan pemerintah (dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri) secara bersama-sama membentuk tim pengkajian untuk mempelajari secara mendalam dan holistik terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan Reuni 212.

"Dengan subyek penelitian yaitu panitia, aparat keamanan (kepolisian), pemerintah daerah dan media massa, dengan pertanyaan pokok, bagaimana tahapan proses perencanaan dan pelaksanaan sehingga Reuni 212 dapat berlangsung dengan baik, tertib, aman, dan teratur, sekalipun mengikutsertakan banyak orang," katanya.

Emrus menekankan bahwa hasil kajian ini harus dapat melahirkan (temuan) model pelaksanaan suatu kegiatan yang mengikutsertakan sangat banyak orang, namun berjalan dengan tertib dan baik. Menurutnya, model ini menjadi pedoman kredibel di Tanah Air, dan bisa jadi rujukan negara-negara lain di seluruh dunia, bagaimana mengelola (utamanya perencanaan dan pelaksanaan) suatu kegiatan di ruang terbuka yang mengikutsertakan banyak orang dengan berbagai kemasan acara, termasuk di dalam Reuni semacam ini dan penyampaian aspirasi publik terhadap pemerintah. Dengan demikian, untuk ke depannya segala bentuk pelaksanaan kemasan acara yang mengikutsertakan banyak orang di ruang terbuka, dapat berjalan dengan baik, seperti Reuni 212 ini.

"Selain itu, dengan menggunakan model tersebut, sangat bisa diantisipasi dan diminimalisasi ekses-ekses yang tidak produktif. Indonesia menjadi tempat studi banding bagi berbagai negara di dunia dalam mengelola kegiatan yang mengikutsertakan banyak sekali orang di ruang publik dengan berbagai kemasan acara, termasuk dalam bentuk penyampaian aspirasi publik di ruang terbuka," pungkasnya. (red/ist)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar