Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

Rumah Kabel Peninggalan Belanda di Bengkalis Tak Terurus

AL | Selasa,10 Apr 2018 - 08:11:31 WIB

Benteng Huis Van Behauring, salah satu bangunan bersejarah di kota Bengkalis, Provinsi Riau yang kondisinya tak terurus.foto.ist

Bengkalis, CityPost - Pemerhati budaya Bengkalis Riza Pahlevi sangat prihatin dengan kondisi Rumah Kabel yang kini makin tak terurus, dipenuhi rumput, semak belukar, dan pohon-pohon bengkala yang rimbun. 

Rumah Kabel adalah salah satu bangunan di Pulau Bengkalis yang menjadi pusat tadbir dan perdagangan pada masa penjajahan Belanda. Letaknya berada tidak jauh dari pinggir laut menghadap ke Selat Bengkalis (Selat Brouwer), tepatnya di Jalan Kelapapati Laut, tepat di belakang SDN 13 Bengkalis. Bangunan ini masih terlihat kokoh meski usianya sudah lebih dari 110 tahun, ini merupakan bukti bahwa pada masa lalu pemerintahan Hindia Belanda mengembangkan Kota Bengkalis

"Sebagian bangunan ini telah dihancurkan," kata Riza yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Bengkalis dan Ketua DPRD Bengkalis.

Riza menjelaskan, Rumah Kabel mulai dibangun tahun 1915 dan merupakan bagian dari upaya pemerintahan pada masa itu meningkatkan pelayanan telekomunikasi di Sumatera Timur.

"Menurut cerita warga sekitar lokasi, Rumah Kabel ini dahulunya digunakan sebagai tempat mengoperasikan pelayanan telekomunikasi bagi kapal-kapal yang berlayar di Selat Melaka. Dari tempat ini ditarik kabel bawah laut hingga ke Tanjung Balai Asahan. Pada pertengahan 1970-an, kabel-kabel dari tembaga tersebut diambil dan dijual oleh masyarakat," ujarnya.

Riza memaparkan, di masa itu, pemerintah Hindia Belanda membangun jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Bengkalis dengan Tanjung Balai Asahan melewati Bagan Siapi-api. Proyek pembangunan kabel bawah laut yang menelan biaya lebih dari 400.000 Gulden ini selesai dan diresmikan penggunaannya pada 1917.

"Sayang, sisa Rumah Kabel yang memiliki dua pintu dan dua jendela besar tersebut sudah tak lagi terurus. Selain semak dan terbengkalai, banyak bagian dari gedung sudah dihancurkan oleh masyarakat dan dijadikan batu pecah," tuturnya.

Rizal meceritakan,  di bagian luar Rumah Kabel ada satu sumur yang sudah tidak berfungsi yang kelihatannya memang sengaja ditimbun agar bisa menjadi bagian halaman bermain untuk murid SDN 13 Bengkalis. Selain itu, ada sebuah bak beton yang belum diketahui fungsinya.

"Meski tidak terlihat adanya barang-barang peninggalan Belanda di dalam sisa bangunan, ruangan dengan ukuran hampir 5x5 meter tersebut tampak masih utuh dan kokoh. Menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menjaganya agar bukti sejarah daerah ini dapat dirawat dan dimanfaatkan,' katanya. 

Selain Rumah Kabel, salah satu peninggalan paling bersejarah di kota Bengkalis yang terlupakan adalah Benteng Huis Van Behauring yang berfungsi sebagai penjara pada masa penjajahan Belanda. Bangunan ini terletak di jalan Pahlawan, kota Bengkalis. Bangunan ini dibangun pada tahun 1810 untuk memenjarakan raja, tokoh masyarakat dan siapa saja yang menentang Penjajahan Belanda.(red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar